home wirausaha syariah

Melalui Digital Financial Literacy, OJK Dorong Generasi Muda Paham Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Nyata

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:16 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso. Foto: dok. OJK
Seiring perkembangan inovasi keuangan digital di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya legalitas, keamanan, dan pelindungan konsumen dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Digital Financial Literacy (DFL) 2026 untuk generasi muda.

Acara tersebut digelar di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/10) dengan tema "Dari Aset Nyata ke Aset Digital, Kenalan dengan Tokenisasi dan Peluang di Indonesia". Tujuannya, mendorong generasi muda untuk memahami peluang dan risiko tokenisasi aset nyata atau Real World Assets (RWA).

Menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso, sebagai pembicara dalam kuliah umum kampus tersebut.

Adi menekankan bahwa kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi keuangan perlu ditopang oleh peningkatan kapasitas regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Penguasaan teknologi perlu berjalan seiring dengan kemampuan mengelola risiko agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara lebih luas.

"Perkembangan inovasi keuangan digital berlangsung sangat cepat, sehingga kita harus terus meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal. Kerangka regulasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik di industri maupun regulator. Hal ini penting agar kita tetap relevan dan mampu memanfaatkan peluang inovasi digital untuk mendukung pengembangan sektor keuangan," ujar Adi dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/10/2026).

Baca juga:Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM, OJK Sediakan Penyediaan Informasi Komprehensif

Menurut Adi, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), Big Data, komputasi awan (Cloud Computing), dan teknologi buku besar terdistribusi (Distributed Ledger Technology /DLT) membuka berbagai peluang pengembangan produk dan layanan keuangan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya