home global news

Tolak Kehadiran Andrea Bocelli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37 WIB
Anwar Abbas meminta pemerintah melarang konser Andrea Bocelli di Indonesia. Ia menilai kepentingan seni dan ekonomi tidak boleh mengesampingkan konstitusi serta dukungan Indonesia terhadap Palestina.
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Kita mengharapkan pemerintah agar tetap konsisten dan konsekwen dengan konstitusi. Kalau konstitusi sudah diabaikan maka kemungkinan terjadinya perpecahan di kalangan rakyat akan terbuka. Oleh karena itu pemerintah jangan membiarkan adanya upaya dari siapapun di negeri ini apalagi dari unsur pemerintah sendiri untuk mengabaikan apa yang telah diamanatkan oleh konstitusi tersebut.

Kita tahu dalam alinea pertama mukaddimah UUD 1945 sudah jelas dikatakan bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Kita tahu yang namanya Israel telah menjajah dan menduduki wilayah Palestina serta melakukan pelanggaran kemanusiaan dan genosida. Oleh karena itu pemerintah jangan mentolerir ada pihak-pihak tertentu di negeri ini dengan alasan seni dan atau ekonomi lalu mengabaikan jati diri kita sebagai bangsa yang anti terhadap penjajahan dan anti terhadap segala hal yang bertentangan dengan nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan.

Atas dasar itulah kita keberatan dengan inisiatif dari fihak-fihak tertentu di negeri ini yang mau mengundang Andrea Bocelli penyanyi asal Italia yang sudah diketahui oleh dunia bahwa dia adalah seorang tokoh dan penyanyi yang dikenal sangat mendukung israel. Contohnya, tahun 2010 dia disinyalir ikut tampil di Los Angeles dalam kegiatan penggalangan dana untuk kelompok pendukung militer israel ( IDF). Tahun 2022 dia tampil dalam sebuah Konser di stadion Bloomfield Tel Aviv yang dihadiri sekitar 20.000 penonton termasuk PM Israel sendiri Benjamin Netanyahu. Tahun 2008 dia juga hadir dalam sebuah konser di Tel Aviv dalam rangka ulang tahun ke-10 Shimon Peres Center for Peace, dan menyanyikan "A Ray of Hope" dengan penyanyi Israel.

Tahun 2023 dia pernah mengirim surat dukungan untuk pembebasan sandera Israel tapi dia tidak pernah berkomentar sedikitpun soal buruknya dampak dari agresi Israel di Gaza. Pada bulan November 2025 dia bersama isterinya menyambut eks sandera Hamas Segev Kalvon di rumahnya di Miami.

Jadi dari semua rekam jejak yang dimilikinya terlihat dengan jelas bahwa Andrea Bocelli adalah seorang pendukung berat Israel yang sangat berpengaruh , lalu mengapa orang seperti itu diberi panggung di negeri ini ? Bukankah itu merupakan bagian dari upaya terselubung dari normalisasi hubungan antara indonesia dan israel lewat panggung ekonomi dan budaya ?

Untuk itu bagi terjaganya persatuan dan kesatuan serta bagi terciptanya kebaikan bagi bangsa dan negara kita kedepan, kita meminta pemerintah : Pertama, agar melarang konser Andrea Bocelli dalam wilayah negara Republik Indonesia karena hal tersebut selain jelas akan menyakiti hati sebagian besar rakyat di negeri ini juga bisa merusak citra Presiden Prabowo sebagai tokoh dan kepala negara yang mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya