home masjid

Filosofi Pakaian: Menyelami Makna Indah Relasi Suami Istri dalam Al-Qur'an

Jum'at, 16 Oktober 2026 - 06:17 WIB
Filosofi Pakaian: Menyelami Makna Indah Relasi Suami Istri dalam Al-Qur'an
Al-Qur'an menggunakan metafora yang sangat indah dan mendalam untuk menggambarkan hubungan antara suami dan istri melalui Surat Al-Baqarah ayat 187. Frasa yang menyatakan bahwa para istri adalah pakaian bagi para suami dan begitu pula sebaliknya, secara harfiah merujuk pada kata libas yang berarti sesuatu yang dikenakan dan melekat pada tubuh.

Kalimat هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ secara harfiah berarti, “Mereka adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakaian bagi mereka.”

Dalam konteks ayat, makna ini merupakan perumpamaan yang menggambarkan kedekatan, kemelekatan, perlindungan, serta hubungan timbal balik yang setara antara dua insan dalam ikatan pernikahan.

Makna kedekatan fisik dan hubungan intim ini dijelaskan secara eksplisit oleh Abu Ja'far Muhammad bin Jarir at-Thabari dalam kitab Tafsir at-Thabari Jami' al-Bayan. Beliau memaparkan bahwa masing-masing dari suami dan istri dijadikan sebagai pakaian bagi pasangannya karena keduanya saling berdekatan ketika tidur, berkumpul dalam satu kain, dan tubuh masing-masing melekat kepada pasangannya sebagaimana pakaian yang dikenakan langsung pada tubuh.

Penjelasan serupa disampaikan oleh Abdul Karim bin Sunitan al-Amri dalam kitab Safhat Ramadaniyyah, yang menegaskan bahwa ayat ini turun untuk menjelaskan kebolehan hubungan suami istri pada malam hari di bulan Ramadan, di mana Allah membolehkan sesuatu yang sebelumnya sempat dilarang pada masa awal Islam.

Selain kedekatan fisik, sebagian ulama menafsirkan libas dengan makna sakan, yaitu tempat tinggal, ketenteraman, dan sumber ketenangan emosional. Yahya bin Sallam bin Abi Tha'labah dalam kitab Al-Tasarif li-Tafsir al-Qur'an menjelaskan bahwa frasa tersebut bermakna istri adalah ketenangan bagi suami dan suami adalah ketenangan bagi istri.

Penafsiran ini sejalan dengan penggunaan kata libas dalam ayat lain, seperti ketika Al-Qur'an menyebut malam sebagai pakaian, yang juga bermakna sebagai waktu dan tempat untuk beristirahat serta memperoleh ketenangan jiwa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya