Pengukir Jepara Terbang ke Bosnia, Restorasi Ornamen Masjid Istiklal Sarajevo
Esti setiyowati
Jum'at, 16 Oktober 2026 - 21:16 WIB
Pengukir Jepara Terbang ke Bosnia, Restorasi Ukiran di Masjid Istiklal Sarajevo. Foto: Ist
Tiga pengukir asal Jepara, Jawa Tengah, dikirim ke Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, untuk merestorasi ornamen kayu Masjid Istiklal yang menjadi simbol persahabatan kedua negara.
Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo berangkat pada Selasa (13/10/2026). Mereka akan memperbaiki sejumlah ornamen kayu jati yang mengalami kerusakan, termasuk enam pilar berukir, tangga, dan hiasan dinding masjid.
Baca juga: Tiga Penunggang Kuda dari Spanyol Tiba di Sarajevo dalam Perjalanan ke Mekkah untuk Berhaji
Ukiran tersebut merupakan hadiah Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, untukBosnia dan Herzegovina puluhan tahun lalu. Namun, hingga kini, identitas pengukir yang membuat karya aslinya belum diketahui.
Restorasi ini berawal dari kunjungan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat ke Bosnia pada Februari 2026. Saat itu, ia menemukan sejumlah ukiran Jepara di Masjid Istiklal mengalami kerusakan dan menawarkan bantuan perbaikan kepada pengelola masjid.
Menurut Lestari, yang akrab disapa Rerie, restorasi ini tidak hanya bertujuan menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan seni ukir Jepara ke dunia internasional.
“Diplomasi budaya bukan sekadar kerja sama antarpemerintah. Ketika pengukir Jepara diundang merestorasi karya bersejarah Indonesia di Sarajevo, kita sedang menunjukkan bahwa warisan bangsa memiliki nilai yang diakui lintas negara,” ujar Rerie dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat(16/10/2026).
Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo berangkat pada Selasa (13/10/2026). Mereka akan memperbaiki sejumlah ornamen kayu jati yang mengalami kerusakan, termasuk enam pilar berukir, tangga, dan hiasan dinding masjid.
Baca juga: Tiga Penunggang Kuda dari Spanyol Tiba di Sarajevo dalam Perjalanan ke Mekkah untuk Berhaji
Ukiran tersebut merupakan hadiah Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, untukBosnia dan Herzegovina puluhan tahun lalu. Namun, hingga kini, identitas pengukir yang membuat karya aslinya belum diketahui.
Restorasi ini berawal dari kunjungan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat ke Bosnia pada Februari 2026. Saat itu, ia menemukan sejumlah ukiran Jepara di Masjid Istiklal mengalami kerusakan dan menawarkan bantuan perbaikan kepada pengelola masjid.
Menurut Lestari, yang akrab disapa Rerie, restorasi ini tidak hanya bertujuan menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan seni ukir Jepara ke dunia internasional.
“Diplomasi budaya bukan sekadar kerja sama antarpemerintah. Ketika pengukir Jepara diundang merestorasi karya bersejarah Indonesia di Sarajevo, kita sedang menunjukkan bahwa warisan bangsa memiliki nilai yang diakui lintas negara,” ujar Rerie dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat(16/10/2026).