Pengerahan 48 Pesawat dan Helikopter serta 60.000 Lebih Personel Tunjukkan Keseriusan Prabowo Tangani Karhutla
Indonesia Political Review (IPR) menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mengerahkan 48 pesawat dan helikopter serta lebih dari 60.000 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi sekaligus menyelesaikan persoalan karhutla di Indonesia.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, mengatakan bahwa karhutla merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan cepat, terukur, dan berkelanjutan. Karena itu, langkah Presiden mengerahkan sumber daya besar harus dilihat sebagai bentuk keseriusan negara dalam melindungi masyarakat dan lingkungan.
“Menurut IPR, pengerahan 48 pesawat dan helikopter serta lebih dari 60.000 personel menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam menangani dan menyelesaikan persoalan karhutla. Pemerintah tidak tinggal diam, melainkan melakukan berbagai upaya untuk memperkuat penanganan di lapangan,” ujar Iwa dalam keterangan yang diterima, Ahad (18/10/2026).
Menurutnya, masyarakat tentu berhak menyampaikan kritik dan menuntut hasil maksimal dari pemerintah. Namun, penilaian terhadap penanganan karhutla juga harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan berbagai langkah yang telah dijalankan sejak awal tahun.
“Jangan sampai muncul persepsi bahwa pemerintah tidak bekerja sama sekali. Faktanya, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pemadaman darurat, penguatan koordinasi pusat dan daerah, pembentukan satgas, operasi modifikasi cuaca, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan memadamkan titik api,” jelasnya.
Baca Juga:Irfan Hakim Pamer Kado Kuda Putih dari Raffi Ahmad, Warganet Singgung Karhutla
Iwan menambahkan, keseriusan pemerintah juga perlu dilihat dari upaya membangun sistem pencegahan agar karhutla tidak terus berulang setiap musim kemarau. Penanganan tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi harus disertai mitigasi jangka panjang, khususnya di kawasan gambut yang rentan terbakar.