home global news

Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketum PBNU di Jatim

Ahad, 18 Oktober 2026 - 10:41 WIB
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketum PBNU di Jatim. Foto: Istimewa.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyambangi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk mempererat komunikasi antara kepolisian dan kalangan ulama.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolri didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, serta jajaran pejabat utama Mabes Polri. Pertemuan yang dihadiri sejumlah ulama dan pimpinan pondok pesantren tersebut berfokus pada dialog kebangsaan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Divisi Humas Polri menjelaskan bahwa silaturahmi ini bertujuan merawat hubungan kelembagaan yang harmonis demi menjaga persatuan bangsa, khususnya di wilayah Jawa Timur. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial di daerah tersebut.

Pihak kepolisian menekankan bahwa ulama dan tokoh agama memiliki peran krusial di tengah masyarakat. Peran tersebut mencakup penyampaian pesan-pesan kesejukan, penguatan tali persaudaraan, serta perawatan toleransi dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Baca Juga:Pengerahan 48 Pesawat dan Helikopter serta 60.000 Lebih Personel Tunjukkan Keseriusan Prabowo Tangani Karhutla

Melalui pertemuan ini, Polri berharap kolaborasi dengan para pemuka agama dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan stabilitas sosial yang aman, damai, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pada hari yang sama, Kapolri Suyudi juga melanjutkan agenda kunkernya dengan mendatangi Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Kedatangan rombongan disambut langsung di Ndalem Kasepuhan sebelum dilanjutkan dengan prosesi ziarah dan tabur bunga ke makam para muassis NU, yakni KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, serta Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya