home global news

Prancis Rusuh, Presiden Macron Serukan Tetap Tenang Sementara 2.400 Orang Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:36 WIB
Sumber: Politico
Prancis dilanda kerusuhan dan penjarahan menyusul aksi protes besar-besaran sejak bulan lalu. Menanggapi hal ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan "ketenangan dan ketertiban".

Sementara itu sejumlah gangguan masih terus terjadi di Paris pada hari Minggu (18/10).

Dalam pidato nasional dari Istana Élysée, Macron memperingatkan pihak-pihak yang terlibat untuk tidak "memperkeruh keadaan", seraya menambahkan: "Kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu."

Sekira 550.000 pengunjuk rasa turun ke jalan dalam aksi yang sebagian besar berlangsung damai untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar, biaya hidup, serta memburuknya layanan publik, termasuk sektor pendidikan.

Macron menegaskan perlunya membedakan antara "tuntutan yang sah" dari para pengunjuk rasa dengan tindakan "mereka yang merusak, menghancurkan, dan menjarah". Dilansir BBC, Senin (19/10/2026).

Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, pihak kepolisian telah menangkap sekira 2.400 orang.

Presiden Prancis tersebut menyatakan bahwa "tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan" kekerasan yang "tak terkendali" itu, seraya menegaskan bahwa mereka yang terlibat akan diproses secara hukum.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya