DPR Kritik Pemerintah Soal Karhutla: Terjadi Tiap Tahun, Tanpa Evaluasi dan Tindakan Pencegahan
Lusi mahgriefie
Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:05 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan. Foto: dpr.go.id
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihanmengkritik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun tanpa diikuti evaluasi dan langkah pencegahan yang memadai.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari upaya memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan mencegah kebakaran meluas serta melindungi masyarakat dari paparan asap.
"Setiap tahun kita mengalami kejadian seperti ini, tanpa ada evaluasi, tanpa ada tindakan pencegahan," tegas Johan, mengutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (20/10/2026).
Politisi Fraksi PKS itu menilai, berbagai alasan seperti cuaca ekstrem, kemarau panjang, fenomena El NiƱo, hingga sulitnya medan pemadaman tidak boleh mengesampingkan persoalan mendasar, yakni kesiapan pemerintah dalam mencegah dan menanganikarhutla.
Baca juga:Mendagri: Meski Hadapi Berbagai Tantangan, Pelanggaran Karhutla akan Ditindak Tegas
Ia menambahkan, evaluasi harus menghasilkan langkah konkret agar bencana serupa tidak terus berulang. Menteri Kehutanan pun tak luput dari kritik Johan terkait tanggung jawab menjaga kelestarian dan potensi hutan. Ia meminta pemerintah mengevaluasi kinerja apabila upaya perlindungan hutan belum berjalan efektif.
"Saudara sering nyampaikan kepada kami bahwa saya ditugaskan oleh Presiden untuk menjaga hutan, baik kelestariannya maupun potensinya. Kalau pada hari ini Saudara belum berhasil melakukan itu, saran saya, segera menghadap Pak Presiden, minta maaf bahwa Anda belum bisa melaksanakan tugas itu," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari upaya memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan mencegah kebakaran meluas serta melindungi masyarakat dari paparan asap.
"Setiap tahun kita mengalami kejadian seperti ini, tanpa ada evaluasi, tanpa ada tindakan pencegahan," tegas Johan, mengutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (20/10/2026).
Politisi Fraksi PKS itu menilai, berbagai alasan seperti cuaca ekstrem, kemarau panjang, fenomena El NiƱo, hingga sulitnya medan pemadaman tidak boleh mengesampingkan persoalan mendasar, yakni kesiapan pemerintah dalam mencegah dan menanganikarhutla.
Baca juga:Mendagri: Meski Hadapi Berbagai Tantangan, Pelanggaran Karhutla akan Ditindak Tegas
Ia menambahkan, evaluasi harus menghasilkan langkah konkret agar bencana serupa tidak terus berulang. Menteri Kehutanan pun tak luput dari kritik Johan terkait tanggung jawab menjaga kelestarian dan potensi hutan. Ia meminta pemerintah mengevaluasi kinerja apabila upaya perlindungan hutan belum berjalan efektif.
"Saudara sering nyampaikan kepada kami bahwa saya ditugaskan oleh Presiden untuk menjaga hutan, baik kelestariannya maupun potensinya. Kalau pada hari ini Saudara belum berhasil melakukan itu, saran saya, segera menghadap Pak Presiden, minta maaf bahwa Anda belum bisa melaksanakan tugas itu," ujarnya.