Singapura Sentil Kabakom soal Oksigen vs Asap, Malaysia Minta Indonesia Minta Maaf
Esti setiyowati
Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:22 WIB
Singapura Sentil Kabakom soal Oksigen vs Asap. Foto: Ist
Pemerintah Singapura menyampaikan kekecewaan atas pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, yang menyinggung kontribusi hutan Indonesia sebagai sumber oksigen bagi negara tetangga di tengah persoalan kabut asap lintas negara.
Pernyataan tersebut menuai kritik dariSingapura dan Malaysia ketika masyarakat Asia Tenggara masih merasakan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Kabut Asap Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan
Menteri Negara di Kementerian Pembangunan Digital dan InformasiSingapura sekaligus Kementerian Kesehatan, Rahayu Mahzam, menegaskan bahwa komentar yang memintaSingapura menerima kabut asap karena memperoleh oksigen dari hutan Indonesia tidak mencerminkan pandangan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
“Kami juga kecewa dengan komentar bahwa Singapura harus menerimajerebu karena mendapat oksigen daripada hutan Indonesia,” kata Rahayu, dikutip dari Berita Harian Singapura, Selasa (20/10/2026).
Rahayu mengakui masyarakat Singapura memiliki alasan untuk merasa resah terhadap kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, ia menilai pernyataanSyahganda tidak bisa dianggap mewakili sikap seluruh rakyat Indonesia.
“Namun, dari reaksi yang terlihat, saya rasa ini tidak mewakili pandangan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menuai kritik dariSingapura dan Malaysia ketika masyarakat Asia Tenggara masih merasakan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Kabut Asap Meluas, DPR Minta Layanan Kesehatan di Wilayah Terdampak Disiagakan
Menteri Negara di Kementerian Pembangunan Digital dan InformasiSingapura sekaligus Kementerian Kesehatan, Rahayu Mahzam, menegaskan bahwa komentar yang memintaSingapura menerima kabut asap karena memperoleh oksigen dari hutan Indonesia tidak mencerminkan pandangan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
“Kami juga kecewa dengan komentar bahwa Singapura harus menerimajerebu karena mendapat oksigen daripada hutan Indonesia,” kata Rahayu, dikutip dari Berita Harian Singapura, Selasa (20/10/2026).
Rahayu mengakui masyarakat Singapura memiliki alasan untuk merasa resah terhadap kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, ia menilai pernyataanSyahganda tidak bisa dianggap mewakili sikap seluruh rakyat Indonesia.
“Namun, dari reaksi yang terlihat, saya rasa ini tidak mewakili pandangan rakyat Indonesia,” ujarnya.