Pembukaan Jakarta Film Week 2026: Fadli Zon Dorong Pembangunan Ekosistem Perfilman Indonesia
Zada nur ilma
Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:27 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Jakarta Film Week 2026 yang menghadirkan 159 film dari 59 negara untuk memperkuat jejaring sineas dan mendorong perfilman Indonesia ke kancah global.
LANGIT7.ID-Jakarta; Penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026 menjadi sarana komparasi kemajuan sinematografi dan unsur perfilman tanah air. Kementerian Kebudayaan mendukung kegiatan yang sudah berlangsung pada tahun ke-6 ini sebagai langkah untuk terus bergerak membangun ekosistem perfilman Indonesia.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam kehadirannya pada pembukaan Jakarta Film Week di CGV Grand Indonesia, Jakarta (21/10), menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara yang berlangsung pada 21 Oktober hingga tanggal 25 Oktober 2026 mendatang.
βIni adalah festival atau Jakarta Film Week yang ke-6, yang semakin besar partisipasinya. Ini luar biasa kesempatan kita untuk menyaksikan film-film dari beragam latar belakang, etnis, suku bangsa, pengalaman, cerita yang sangat banyak,β ungkap Menbud Fadli.
Menbud juga berharap melalui kesempatan ini, jejaring para sineas tanah air semakin luas dengan banyaknya filmmakers yang hadir. Menbud menyontohkan kehadiran Sammo Hung, seorang aktor senior legendaris dari Hong Kong, yang terkenal dengan film kungfu, agar dapat membangun jejaring di dunia perfilman.
Festival Director Jakarta Film Week 2026, Rina Damayanti, menyampaikan bahwa pada penyelenggaraan tahun ini, turut berpartisipasi berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Prancis, Itali, Hongkong, Jepang, dan Peru. β159 film dari 59 negara, dan berlangsung empat hari,β jelas Rina.
Turut hadir dalam kesempatan ini mendampingi Menteri Kebudayaan, antara lain Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi; Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti; serta Direktur Bina Sumber Daya Manusia (SDM), Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukus Asih Suprojo.