Perkuat Ketahanan Energi, PLN Alirkan Gas Natuna ke Batam Lewat Pipa WNTS–Pemping
Zada nur ilma
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:20 WIB
PLN EPI mulai mengalirkan gas bumi dari Natuna ke Batam sebesar 15 MMSCFD melalui pipa WNTSPemping untuk memperkuat pasokan energi pembangkit listrik.
LANGIT7.ID-Batam;
PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dengan volume mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) dari Natuna ke Batam melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping pada Selasa (27/10).
Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, capaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di Batam sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi dalam negeri untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber pasokan energi primer merupakan bagian penting dari strategi PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Menurutnya, optimalisasi potensi energi domestik perlu didukung oleh infrastruktur yang terintegrasi agar sumber daya nasional dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat serta menggerakkan perekonomian.
“Ketahanan energi dan keandalan listrik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, PLN terus memperkuat ekosistem energi dari hulu hingga hilir. Keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pengembangan sumber daya energi dalam negeri dan pembangunan infrastruktur untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kedaulatan energi Indonesia,” ujar Suroso.
Infrastruktur pipa WNTS–Pemping menghubungkan titik sambung jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau. Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci dan kapasitas desain mencapai 300 MMSCFD tersebut menjadi penghubung strategis yang membuka akses penyaluran gas dari wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya di Batam.
PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dengan volume mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) dari Natuna ke Batam melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping pada Selasa (27/10).
Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, capaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di Batam sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi dalam negeri untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber pasokan energi primer merupakan bagian penting dari strategi PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.
Menurutnya, optimalisasi potensi energi domestik perlu didukung oleh infrastruktur yang terintegrasi agar sumber daya nasional dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat serta menggerakkan perekonomian.
“Ketahanan energi dan keandalan listrik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, PLN terus memperkuat ekosistem energi dari hulu hingga hilir. Keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pengembangan sumber daya energi dalam negeri dan pembangunan infrastruktur untuk menghadirkan pasokan listrik yang andal, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kedaulatan energi Indonesia,” ujar Suroso.
Infrastruktur pipa WNTS–Pemping menghubungkan titik sambung jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau. Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci dan kapasitas desain mencapai 300 MMSCFD tersebut menjadi penghubung strategis yang membuka akses penyaluran gas dari wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya di Batam.