home global news

Kemenhaj Lempar Gagasan Nonmuslim Jadi Petugas Haji, Ini Alasan di Baliknya

Ahad, 01 November 2026 - 18:00 WIB
Kemenhaj Lempar Gagasan Nonmuslim Jadi Petugas Haji, Ini Alasan di Baliknya. Foto: Kemenhaj
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengeluarkan gagasan untuk melibatkan masyarakat nonmuslim dalam mendukung pelayanan jamaah haji Indonesia. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lintas agama dapat menjadi salah satu cara memperkuat toleransi, kebinekaan, dan semangat gotong royong di Tanah Air.

Menurut Dahnil, Indonesia sebagai negara majemuk perlu menghadirkan nilai kebinekaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, kata Dahnil, pelayanan haji tidak harus terbatas pada umat Islam, tetapi juga dapat melibatkan masyarakat lintas agama dengan semangat kemanusiaan dan persaudaraan.

Baca juga: Kemenhaj Resmi Cabut Izin Operasional KBIHU Al-Fatah, Ini Kasusnya

"Fokus kita adalah memastikan jamaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Dahnil dalam keterangannya, dikutip Ahad (1/11/2026).

Lebih lanjut Dahnil mengungkapkan salah satu alasan di balik gagasan tersebut adalah keinginannya menghadirkan praktik toleransi secara nyata. Menurutnya, toleransi tidak cukup diwujudkan melalui sikap saling menghormati perbedaan keyakinan, tetapi juga perlu dibuktikan melalui kerja sama dan kontribusi bersama.

Dalam konteks penyelenggaraan haji, keterlibatan masyarakat lintas agama diharapkan menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap sesama dan pelayanan kemanusiaan dapat melampaui perbedaan agama.

Dengan demikian, masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan dapat mengambil bagian dalam mendukung pelayanan jemaah, sepanjang tugas yang diberikan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan penyelenggaraan haji.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya