Komitmen Cetak SDM Unggul, BSI Kembali Luncurkan BSI Scholarship
Ahmad zuhdi
Selasa, 03 November 2026 - 08:30 WIB
Komitmen Cetak SDM Unggul, BSI Kembali Luncurkan BSI Scholarship. Foto: BSI.
Ajang BSI International Expo 2026 beberapa waktu lalu kembali menjadi saksi atas komitmen nyata PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dalam mencetak talenta-talenta unggul masa depan bangsa melalui peluncuran program BSI Scholarship 2026.
Kehadiran program beasiswa ini disambut antusias oleh ribuan pelajar yang memadati pameran, sebagai wujud nyata ikhtiar dalam merajut asa dan membuka lebar pintu kesuksesan bagi generasi muda berprestasi dari berbagai penjuru Tanah Air.
Hingga saat ini, BSI Scholarship tercatat telah memberikan manfaat yang masif kepada total 21.153 putra-putri bangsa, yang terdiri dari 8.304 pelajar tingkat menengah serta 12.849 mahasiswa dari 190 perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia. Bagi BSI, program ini diposisikan bukan sekadar instrumen bantuan finansial di bidang pendidikan semata, melainkan sebuah bentuk investasi jangka panjang guna membangun kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing global.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian konkret yang telah dirasakan oleh para alumni program beasiswa ini. "Alhamdulillah, ikhtiar tersebut mulai menunjukkan hasil yang nyata. Lebih dari 1.000 awardee telah lulus jenjang S1 dan 700-an alumni telah bekerja dan bisa menjadi muzaki/pemberi zakat," ujar Arief, dikutip laman BSI, Selasa (3/11/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi dari program ini adalah untuk menanamkan keyakinan mendalam bahwa dana zakat merupakan instrumen keuangan syariah yang sangat ampuh dalam mentransformasikan masa depan umat ke arah yang lebih baik.
"Program ini lebih ke membawa perubahan dan keyakinan bahwa Zakat adalah instrumen keuangan syariah yang mampu mengubah masa depan anak bangsa ke arah lebih baik. Ini juga menjadi peran BSI bagaimana ekonomi syariah bekerja melalui kontribusi zakat perusahaan untuk umat," tambahnya.
Dampak transformatif tersebut terbukti nyata di lapangan. Sejak Agustus 2026 lalu, lebih dari 500 alumni berhasil keluar dari garis kemiskinan bersama keluarga mereka, dan 70 di antaranya bahkan telah bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat).
Kehadiran program beasiswa ini disambut antusias oleh ribuan pelajar yang memadati pameran, sebagai wujud nyata ikhtiar dalam merajut asa dan membuka lebar pintu kesuksesan bagi generasi muda berprestasi dari berbagai penjuru Tanah Air.
Hingga saat ini, BSI Scholarship tercatat telah memberikan manfaat yang masif kepada total 21.153 putra-putri bangsa, yang terdiri dari 8.304 pelajar tingkat menengah serta 12.849 mahasiswa dari 190 perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia. Bagi BSI, program ini diposisikan bukan sekadar instrumen bantuan finansial di bidang pendidikan semata, melainkan sebuah bentuk investasi jangka panjang guna membangun kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing global.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian konkret yang telah dirasakan oleh para alumni program beasiswa ini. "Alhamdulillah, ikhtiar tersebut mulai menunjukkan hasil yang nyata. Lebih dari 1.000 awardee telah lulus jenjang S1 dan 700-an alumni telah bekerja dan bisa menjadi muzaki/pemberi zakat," ujar Arief, dikutip laman BSI, Selasa (3/11/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi dari program ini adalah untuk menanamkan keyakinan mendalam bahwa dana zakat merupakan instrumen keuangan syariah yang sangat ampuh dalam mentransformasikan masa depan umat ke arah yang lebih baik.
"Program ini lebih ke membawa perubahan dan keyakinan bahwa Zakat adalah instrumen keuangan syariah yang mampu mengubah masa depan anak bangsa ke arah lebih baik. Ini juga menjadi peran BSI bagaimana ekonomi syariah bekerja melalui kontribusi zakat perusahaan untuk umat," tambahnya.
Dampak transformatif tersebut terbukti nyata di lapangan. Sejak Agustus 2026 lalu, lebih dari 500 alumni berhasil keluar dari garis kemiskinan bersama keluarga mereka, dan 70 di antaranya bahkan telah bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat).