Padamkan Api Selagi Kecil: Pesan Anwar Abbas di Tengah Gemuruh Politik Tanah Air
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan Anwar Abbas mengingatkan pemerintah agar segera menyelesaikan persoalan politik sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Ia mengibaratkan situasi tersebut dengan pepatah, "padamkan api selagi kecil". Menurut Anwar, persoalan politik yang dibiarkan berlarut-larut dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Sebab, konflik yang awalnya kecil berpotensi meluas dan berdampak ke berbagai sektor kehidupan.
Ia menegaskan, setiap persoalan, terutama yang berkaitan dengan politik, harus segera diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Seperti karhutla, karena api makin membesar semua orang terganggu," ujarnya, Kamis (5/11). Anwar menjelaskan, dampak konflik politik bahkan bisa lebih besar dibandingkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Secara sosial, persoalan yang tidak segera ditangani berpotensi memecah masyarakat ke dalam kelompok-kelompok yang saling berhadapan. Kondisi tersebut dapat semakin sulit diatasi apabila perpecahan berkembang menjadi permusuhan berkepanjangan. Masyarakat akan terjebak dalam pola pikir "kami" dan "mereka", sehingga kepercayaan terhadap pemerintah semakin melemah. "Kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi," tegasnya. Karena itu, Anwar mengimbau pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian.
Menurutnya, ketidakpastian politik yang berlangsung terlalu lama juga dapat menimbulkan dampak serius terhadap perekonomian. Ia mengingatkan, kondisi tersebut berpotensi membuat investor menahan investasi, mempersempit lapangan kerja, melemahkan nilai tukar rupiah, serta meningkatkan harga kebutuhan masyarakat akibat naiknya biaya distribusi dan risiko usaha.
Jika tidak segera dikendalikan, Anwar memperingatkan Indonesia berisiko menghadapi tiga krisis yang saling berkaitan, yakni krisis sosial, ekonomi, dan politik. "Kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi karena biayanya sangat besar dan cara mengatasinya juga akan sangat sulit," pungkas Anwar Abbas.