Marc Marquez menjadi salah satu pembalap yang paling keras menyuarakan keberatan terhadap penyelenggaraan Grand Prix Qatar di tengah situasi geopolitik Timur Tengah.
Ia bahkan berupaya mendorong para pembalap untuk menyampaikan sikap bersama. Namun, pada akhirnya mayoritas pembalap tetap hadir.
Yamaha menjadi satu-satunya tim yang memutuskan mundur dari balapan tersebut. Marquez, yang kini membela Ducati, menjadi salah satu sorotan dalam konferensi pers pembuka bersama Marco Bezzecchi. Bezzecchi sempat menyindir kedatangan Marquez.
“Anda datang juga - setelah semua keributan itu, akhirnya Anda di sini.” Marquez membalas dengan nada tajam. “Tidak ada pilihan lain. Kalau tidak, mereka akan memberi Anda poin secara gratis.
” Meski mendapat sejumlah pertanyaan mengenai sikapnya terhadap penyelenggaraan GP Qatar, Marquez tetap menyampaikan ketidaknyamanannya secara terbuka. “Saya lebih suka berada di tempat lain. Itu sebabnya saya datang dengan penerbangan paling akhir yang memungkinkan dan akan pulang dengan penerbangan pertama.
Namun, sekarang saya sudah di sini, saya siap balapan dan sepenuhnya fokus,” ujarnya. Menurut Marquez, akhir pekan balapan kali ini terasa berbeda dari biasanya. Ia menyoroti sejumlah kru televisi dan orang-orang yang tidak hadir di paddock. “Jelas, ini akhir pekan yang aneh. Tidak banyak kru televisi yang datang dan banyak orang tidak hadir di paddock.
Sebagai pembalap, kami memahami bahwa kami harus berada di sini karena memiliki kontrak yang harus dihormati,” katanya. Saat ditanya apakah para pembalap telah melewatkan kesempatan untuk menyampaikan sikap bersama, Marquez menilai keputusan untuk mengungkapkan ketidaknyamanan tetap penting. “Saya tidak berpikir kami melewatkan peluang.
Sebagai pribadi, jika merasa tidak nyaman, Anda harus mengungkapkannya. Itu bukan berarti menyerang siapa pun, melainkan berusaha agar merasa lebih nyaman. Kami telah menerima beberapa tanggapan, tetapi yang terpenting, kami menyadari bahwa ada kontrak yang harus dihormati,” ujarnya. Marquez juga ditanya mengenai peluang pertamanya untuk mengunci gelar juara dunia.
Ia menegaskan belum ingin memikirkan gelar tersebut. “Anda tidak pernah terbiasa dengan situasi seperti itu. Namun, saya tidak merasa akan menjadi juara akhir pekan ini, dan saya bahkan tidak ingin berpikir demikian.
Saya harus memenangi kedua balapan, sementara para rival harus melakukan kesalahan. Jaraknya memang semakin dekat, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Marquez. Ia menegaskan akan mempertahankan pendekatan yang sama seperti saat tampil di Malaysia, yakni menyerang dan memberikan kemampuan terbaik.
“Masih ada tiga Grand Prix dan banyak hal yang bisa terjadi. Pola pikir saya sama seperti di Malaysia: menyerang, memberikan 100 persen, lalu mengevaluasi posisi saya sepanjang akhir pekan.
Itu yang paling penting,” ujarnya. Ketika ditanya mengenai pernyataan Jorge Martin bahwa hanya Marquez yang bisa menentukan apakah dirinya kehilangan gelar, Marquez menjawab singkat, “Hanya mereka yang bisa kehilangan gelar itu.” Marquez juga berharap Martin dapat kembali tampil di lintasan setelah berupaya memulihkan kondisinya.
Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan tidak hanya melibatkan Martin, tetapi juga Bezzecchi. “Saya berharap Jorge ada di sini karena kondisinya sudah lebih baik dan bisa tampil di lintasan.
Ia melakukan segala cara agar hal itu terwujud. Namun, ia bukan satu-satunya rival karena ada juga Bezzecchi. Masih ada enam balapan, enam kali start, dan sesi kualifikasi.
Banyak risiko yang harus dihadapi, jadi kami harus mengelola semuanya sebaik mungkin,” katanya. Mengenai tekanan dalam perebutan gelar, Marquez mengaku tetap tenang.
Menurutnya, pengalaman bersaing hingga balapan terakhir membuatnya memahami cara mengendalikan tekanan. “Saya merasa sama seperti sebelumnya, tetap tenang.
Setiap tahun berbeda, dan saya sudah berkali-kali memperjuangkan gelar hingga balapan terakhir. Dalam situasi seperti itu, tekanan biasanya lebih besar dan menjaga emosi tetap terkendali menjadi lebih sulit.
Sebagian orang mungkin berpikir peluang saya semakin besar, tetapi menurut saya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujarnya. Marquez juga menyebut Sirkuit Losail sebagai lintasan yang cukup bersahabat baginya.
Ia merasa tampil baik di sana pada musim sebelumnya dan ingin segera menemukan ritme sejak sesi pertama. “Ini sirkuit tempat saya merasa sangat baik tahun lalu.
Saya akan mencoba menemukan ritme sejak sesi pertama dan membangun akhir pekan dari sana. Hal terpenting adalah menyelesaikan kedua balapan,” katanya. Marquez mengungkapkan mulai kembali percaya diri dalam persaingan gelar setelah seri Sachsenring.
Sebelumnya, ia sempat tertinggal cukup jauh usai balapan di Mugello. “Di Sachsenring, saya mulai merasa kembali dalam perebutan gelar. Setelah Mugello, saya tertinggal jauh.
Namun, para rival memberi saya kesempatan untuk kembali bersaing. Pada paruh kedua musim, Ducati membantu saya dan saya berhasil tampil semakin cepat,” tutur Marquez.
(/saf/gpone)*
