Gubernur BI Sebut Lima Tantangan Perekonomian Pasca Pandemi Covid-19
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 22:35 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Dok. Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan setidaknya ada lima tantangan utama perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid-19 yang perlu dicermati oleh pengurus dan anggota ISEI 2021.
Hal itu disampaikannya saat menggelar diskusi publik bertajuk 'Sinergi, Inovasi, dan Inklusi Keuangan untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi' yang dilaksanakan secara virtual pada Jumat (29/10).
Baca juga:Kominfo Beri Pelatihan Start-up Digital Bagi Pemuda Papua
"Mulai dari pemulihan ekonomi global yang tidak merata, pememaran (scaring effect) terhadap stabilitas sistem keuangan, akselerasi ekonomi dan keuangan digital yang semakin cepat, kebutuhan inklusi ekonomi dan keuangan yang semakin nyata serta dorongan untuk implementasi ekonomi dan keuangan hijau," kata Perry dalam sambutannya.
Guna menjawab tantangan tersebut, Perry membeberkan ada enam respon kebijakan yang dapat dilakukan. Pertama sinergi bauran kebijakan nasional untuk pemulihan ekonomi antara Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, LPS antara lain melalui sinergi pembukaan sektor ekonomi, pemulihan korporasi dan pembiayaan perbankan bagi dunia usaha.
"Kedua, seluruh instrument bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan untukk mendukung pemulihan ekonomi nasional, berkoordinasi erat dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan," ujarnya.
Baca juga:Dorong Daya Saing UMKM, Garuda Angkut Ekspor Unggulan ke Dubai dan Tiongkok
Hal itu disampaikannya saat menggelar diskusi publik bertajuk 'Sinergi, Inovasi, dan Inklusi Keuangan untuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi' yang dilaksanakan secara virtual pada Jumat (29/10).
Baca juga:Kominfo Beri Pelatihan Start-up Digital Bagi Pemuda Papua
"Mulai dari pemulihan ekonomi global yang tidak merata, pememaran (scaring effect) terhadap stabilitas sistem keuangan, akselerasi ekonomi dan keuangan digital yang semakin cepat, kebutuhan inklusi ekonomi dan keuangan yang semakin nyata serta dorongan untuk implementasi ekonomi dan keuangan hijau," kata Perry dalam sambutannya.
Guna menjawab tantangan tersebut, Perry membeberkan ada enam respon kebijakan yang dapat dilakukan. Pertama sinergi bauran kebijakan nasional untuk pemulihan ekonomi antara Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, LPS antara lain melalui sinergi pembukaan sektor ekonomi, pemulihan korporasi dan pembiayaan perbankan bagi dunia usaha.
"Kedua, seluruh instrument bauran kebijakan Bank Indonesia diarahkan untukk mendukung pemulihan ekonomi nasional, berkoordinasi erat dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan," ujarnya.
Baca juga:Dorong Daya Saing UMKM, Garuda Angkut Ekspor Unggulan ke Dubai dan Tiongkok