Aa Gym: Bukan Sekadar Ibadah, Jamaah Harus Jadi Pemakmur Masjid
Fajar adhitya
Senin, 01 November 2021 - 15:43 WIB
Ilustrasi panduan pengeras suara masjid agar adzan semakin menyejukkan. Foto: Istimewa
Pengasuh Ponpes Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengungkapkan masjid memang merupakan sarana untuk melakukan ibadah seperti shalat, membaca Al Quran, dan dzikir. Namun, ia meminta jamaah yang datang ke masjid juga turut berkontribusi terhadap kemakmuran masjid.
“Kan sangat tidak adil kita datang ke masjid mendapat pahala, mendapat shalat jamaah lalu keluar saja begitu. Ini tidak maksimal ibadahnya,” tutur Aa dalam Kajian Manajemen Qolbu (MQ) Pagi bertajuk 'Problematika Masjid dan Solusinya', Senin (1/11/2021).
Baca Juga:RMI PBNU Luncurkan Gerakan Pesantren Asuh, Bantu Santri Yatim Akibat Covid-19
Aa mengatakan, setiap meter tempat shalat di masjid ada biaya operasional dan perawatan yang tidak murah yang harus ditanggung pengurus. Karena itu, seyogyanya jamaah masjid ikut andil dalam meringankan beban pengurus sekaligus memakmurkan masjid.
Aa mengimbau agar kita tidak menjadi jamaah masjid yang egois, yang hanya mementingkan pahala ibadah individual. Menurut dia, jamaah masjid yang egois adalah jamaah yang beribadah saja tanpa mempedulikan kemakmuran masjid, sehingga seumur hidup pahala ibadahnya diperoleh dari subsidi kebaikan orang lain.
Baca Juga:Masjid Daarut Tauhiid Akan Direnovasi agar Lebih Nyaman
“Kita harus punya waktu mengeluarkan tenaga, pikiran, harta, dan keahlian untuk memakmurkan masjid,” katanya.
“Kan sangat tidak adil kita datang ke masjid mendapat pahala, mendapat shalat jamaah lalu keluar saja begitu. Ini tidak maksimal ibadahnya,” tutur Aa dalam Kajian Manajemen Qolbu (MQ) Pagi bertajuk 'Problematika Masjid dan Solusinya', Senin (1/11/2021).
Baca Juga:RMI PBNU Luncurkan Gerakan Pesantren Asuh, Bantu Santri Yatim Akibat Covid-19
Aa mengatakan, setiap meter tempat shalat di masjid ada biaya operasional dan perawatan yang tidak murah yang harus ditanggung pengurus. Karena itu, seyogyanya jamaah masjid ikut andil dalam meringankan beban pengurus sekaligus memakmurkan masjid.
Aa mengimbau agar kita tidak menjadi jamaah masjid yang egois, yang hanya mementingkan pahala ibadah individual. Menurut dia, jamaah masjid yang egois adalah jamaah yang beribadah saja tanpa mempedulikan kemakmuran masjid, sehingga seumur hidup pahala ibadahnya diperoleh dari subsidi kebaikan orang lain.
Baca Juga:Masjid Daarut Tauhiid Akan Direnovasi agar Lebih Nyaman
“Kita harus punya waktu mengeluarkan tenaga, pikiran, harta, dan keahlian untuk memakmurkan masjid,” katanya.