Indonesia Kirim 15 Imam Masjid ke UEA, Ini Rincian Namanya
Fajar adhitya
Senin, 01 November 2021 - 23:55 WIB
Sheikh Zayid Grand Mosque, Dubai, Uni Emirat Arab Foto: Langit7.id/Istock
Kementerian Agama (Kemenag) memberangkatkan 15 imam masjid asal Indonesia untuk bertugas di di Uni Emirat Arab (UEA). Mereka bertolak dari Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang dengan penerbangan reguler Pesawat Ettihad nomor EY 475, Sabtu (30/10/2021) malam.
"Ini bukti keseriusan Kemenag untuk menjalankan amanah Presiden terkait hubungan dua negara. Meski sempat terkendala pandemi Covid-19, Alhamdulillah 15 imam asal Indonesia bisa diberangkatkan,"kata Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Senin (1/11/2021).
Baca Juga:Kemenko PMK: Masjid Dapat Berfungsi sebagai Pusat Peradaban
Iamenambahkan, imam masjid asal Indonesia merupakan permintaan khusus Putra Mahkota UEA, Syeikh Zayed kepada Presiden RIJoko Widodo. Hal ini, tambahnya, merupakan bukti baiknya hubungan dua negara.
"Umat Islam Indonesia memiliki karakter moderat. Baik dalam pemahaman maupun sikap keberagamaan. Hal ini menjadi daya tarik selain kemampuan dalam menghafal, bagusnya suara, tepatnya tajwid, dan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris," tambahnya.
Koordinator Keberangkatan Imam ke UEA, Udin Saefuddin menjelaskan, jumlah imam yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi bulan Maret 2021 oleh Otoritas UEA.“Sebanyak 28 imam lulus, mengundurkan diri 1 orang, meninggal dunia 1 orang, 3 orang tidak lulus medical check up (MCU)," ujar Udin.
Baca Juga:Ki Hajar Dewantara Ternyata Pernah Jadi Santri Hingga Hafal 30 Juz Al-Quran
"Ini bukti keseriusan Kemenag untuk menjalankan amanah Presiden terkait hubungan dua negara. Meski sempat terkendala pandemi Covid-19, Alhamdulillah 15 imam asal Indonesia bisa diberangkatkan,"kata Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dalam keterangannya, Senin (1/11/2021).
Baca Juga:Kemenko PMK: Masjid Dapat Berfungsi sebagai Pusat Peradaban
Iamenambahkan, imam masjid asal Indonesia merupakan permintaan khusus Putra Mahkota UEA, Syeikh Zayed kepada Presiden RIJoko Widodo. Hal ini, tambahnya, merupakan bukti baiknya hubungan dua negara.
"Umat Islam Indonesia memiliki karakter moderat. Baik dalam pemahaman maupun sikap keberagamaan. Hal ini menjadi daya tarik selain kemampuan dalam menghafal, bagusnya suara, tepatnya tajwid, dan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris," tambahnya.
Koordinator Keberangkatan Imam ke UEA, Udin Saefuddin menjelaskan, jumlah imam yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi bulan Maret 2021 oleh Otoritas UEA.“Sebanyak 28 imam lulus, mengundurkan diri 1 orang, meninggal dunia 1 orang, 3 orang tidak lulus medical check up (MCU)," ujar Udin.
Baca Juga:Ki Hajar Dewantara Ternyata Pernah Jadi Santri Hingga Hafal 30 Juz Al-Quran