Malaysia jadi Destinasi Wisata Halal Terbaik 2021 Versi GMTI, Peringkat Indonesia Terpental
Sofian dwi
Jum'at, 16 Juli 2021 - 12:37 WIB
Panorama pantai di Gili Meno, Lombok. (foto: pixabay)
Posisi Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia versi Global Travel Muslim Index (GMTI) melorot ke posisi empat. Posisi Indonesia digeser Malaysia di posisi pertama, kemudian Turki di posisi kedua, Arab Saudi di posisi ketiga. Sedangkan persis di bawah Indonesia ada Uni Emirat Arab (UEA) yang berada di posisi ke lima. Pada 2019, Indonesia menempati posisi pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia bersama dengan Malaysia.
Peringkat GMTI ini didapat dari total poin yang didapatkan destinasi wisata halal berdasarkan beberapa faktor, di antaranya fasilitas dan layanan yang ramah wisatawan Muslim.
Dalam kategori komunikasi, Indonesia juga hanya mampi meraih posisi kedua. Dalam kategori ini GMTI melakukan penilaian berdasarkan sejumlah kategori misalnya bagaimana pelaku usaha pariwisata mempromosikan layanan mereka guna memudahkan para wisatawan. Dalam kasus ini, dengan merilis panduan restoran halal atau panduan untuk wisatawan Muslim di wilayah tersebut.
Sedangkan untuk kategori pelayanan, Indonesia juga hanya mampu menyabet posisi ketiga. Dalam ketegori ini, penilaian berdasarkan bagaimana sebuah destinasi menawarkan pengalaman yang baik untuk wisatawan Muslim, termasuk di bandara, restoran, dan hotel.
GMTI merupakan laporan riset pasar perjalanan muslim. Tahun ini riset yang digawangi Mastercard dan CrescentRating tersebut sudah masuk tahun ke enam.Sebagai negara yang mayoritas muslim, seharusnya Indonesia bisa meraih posisi yang lebih tinggi. Sebab, banyak destinasi wisata di Indonesia yang memberikan fasilitas dan layanan ramah muslim.
Anjloknya peringkat Indonesia harusnyabisa menjadi motivasi bagiKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk lebih mendorong agar destinasi wisata di Tanah Air bisa lebih ramah muslim lagi
Peringkat GMTI ini didapat dari total poin yang didapatkan destinasi wisata halal berdasarkan beberapa faktor, di antaranya fasilitas dan layanan yang ramah wisatawan Muslim.
Dalam kategori komunikasi, Indonesia juga hanya mampi meraih posisi kedua. Dalam kategori ini GMTI melakukan penilaian berdasarkan sejumlah kategori misalnya bagaimana pelaku usaha pariwisata mempromosikan layanan mereka guna memudahkan para wisatawan. Dalam kasus ini, dengan merilis panduan restoran halal atau panduan untuk wisatawan Muslim di wilayah tersebut.
Sedangkan untuk kategori pelayanan, Indonesia juga hanya mampu menyabet posisi ketiga. Dalam ketegori ini, penilaian berdasarkan bagaimana sebuah destinasi menawarkan pengalaman yang baik untuk wisatawan Muslim, termasuk di bandara, restoran, dan hotel.
GMTI merupakan laporan riset pasar perjalanan muslim. Tahun ini riset yang digawangi Mastercard dan CrescentRating tersebut sudah masuk tahun ke enam.Sebagai negara yang mayoritas muslim, seharusnya Indonesia bisa meraih posisi yang lebih tinggi. Sebab, banyak destinasi wisata di Indonesia yang memberikan fasilitas dan layanan ramah muslim.
Anjloknya peringkat Indonesia harusnyabisa menjadi motivasi bagiKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk lebih mendorong agar destinasi wisata di Tanah Air bisa lebih ramah muslim lagi
(sof)