Isu Perubahan Iklim, Jokowi Pertanyakan Kontribusi Negara Maju
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 03 November 2021 - 11:05 WIB
Presiden Joko Widodo saat berbicara pada KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim atau COP26 di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, Senin, 1 November 2021 (Dok. BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perubahan iklim adalah ancaman besar bagi kemakmuran dan pembangunan global. Indonesia akan terus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim.
Jokowi mengatakan, Indonesia telah memulai rehabilitasi hutan mangrove seluas 600.000 hektare sampai 2024. Menjadi yang terluas terluas di dunia. Indonesia juga telah merehabilitasi tiga juta lahan kritis antara 2010-2019.
Baca Juga:Usai Hadiri KTT COP26, Jokowi Terbang ke Abu Dhabi
"Laju deforestasi turun signifikan, terendah dalam 20 tahun terakhir. Kebakaran hutan turun 82 persen pada 2020," kata Jokowi di Scottish Event Campus, Glasgow pada Senin (1/11/2021).
"Sektor yang semula menyumbang 60 persen emisi Indonesia, akan mencapai carbon net sink selambatnya tahun 2030,' ucapnya.
Di sektor energi, Indonesia juga terus melangkah maju dengan pengembangan ekosistem mobil listrik dan pembangunan pembangkit tenaga surya terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, kata dia, Indonesia juga memanfaatkan energi baru terbarukan, termasuk biofuel, serta pengembangan industri berbasis energi bersih, termasuk pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia di Kalimantan Utara.
Baca Juga:Kadar Parasetamol Tinggi di Teluk Jakarta, Anggota DPR: Pengelolaan Limbah Farmasi Buruk
Jokowi mengatakan, Indonesia telah memulai rehabilitasi hutan mangrove seluas 600.000 hektare sampai 2024. Menjadi yang terluas terluas di dunia. Indonesia juga telah merehabilitasi tiga juta lahan kritis antara 2010-2019.
Baca Juga:Usai Hadiri KTT COP26, Jokowi Terbang ke Abu Dhabi
"Laju deforestasi turun signifikan, terendah dalam 20 tahun terakhir. Kebakaran hutan turun 82 persen pada 2020," kata Jokowi di Scottish Event Campus, Glasgow pada Senin (1/11/2021).
"Sektor yang semula menyumbang 60 persen emisi Indonesia, akan mencapai carbon net sink selambatnya tahun 2030,' ucapnya.
Di sektor energi, Indonesia juga terus melangkah maju dengan pengembangan ekosistem mobil listrik dan pembangunan pembangkit tenaga surya terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, kata dia, Indonesia juga memanfaatkan energi baru terbarukan, termasuk biofuel, serta pengembangan industri berbasis energi bersih, termasuk pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia di Kalimantan Utara.
Baca Juga:Kadar Parasetamol Tinggi di Teluk Jakarta, Anggota DPR: Pengelolaan Limbah Farmasi Buruk