Peneliti IPB Ajak Milenial Promosikan Pariwisata Desa melalui Media Digital
Mahmuda attar hussein
Senin, 08 November 2021 - 10:15 WIB
Desa wisata. Foto: Langit7
Pengguna media sosial di Indonesia saat ini sekitar 170 juta orang atau sekitar 62 persen dari jumlah penduduk. Ini menunjukkan bahwa media sosial sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai sarana promosi, termasuk promosi pariwisata pedesaan.
“Daya tarik pedesaan berupa keunikan, keindahan dan keanekaragaman kekayaan alam dan budaya, memiliki nilai yang tinggi untuk menarik wisatawan. Dan ini dapat diperkuat lagi melalui promosi dengan memanfaatkan media digital atau media sosial,” ujar Adi Firmansyah, SP, MSi, peneliti Pusat Kajian Resolusi Konflik (CARE) IPB University, dalam keterangan tertulis, Senin (08/11).
“Di era digital seperti sekarang ini, kaum milenial sebagai penggerak pariwisata desa, perlu memanfaatkan media digital untuk promosi pariwisata desa. Pengembangan desa wisata akan memberikan multiplier effect untuk menggerakkan ekonomi pedesaan”, ujar Adi, yang juga merupakan penggiat pemberdayaan masyarakat dan literasi digital.
Baca juga: Genjot Promosi, Kemendes PDTT Siapkan Aplikasi Desa Wisata
Menurutnya, media digital yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan promosi antara lain website, youtube, facebook, instagram, twitter, whatsapp serta tiktok. Selain itu, ada banyak kelebihan berpromosi melalui media digital. Seperti, biaya promosi lebih hemat, dapat menjangkau konsumen yang lebih luas serta dapat mengukur dampak dari promosi tersebut secara real time.
Adi juga memberikan tips cara mempromosikan pariwisata pedesaan melalui media digital. Yaitu maksimalkan konten digital, baik secara visual maupun audivisual yang mengangkat daya tarik wisata pedesaan.
Bekerja sama dengan selebgram atau influencer dalam membuat konten maupun mempromosikan desa wisata tersebut. Selain itu memanfaatkan optimasi mesin pencari dengan menambahkan kata kunci yang sesuai topik pariwisata pedesaan.
“Daya tarik pedesaan berupa keunikan, keindahan dan keanekaragaman kekayaan alam dan budaya, memiliki nilai yang tinggi untuk menarik wisatawan. Dan ini dapat diperkuat lagi melalui promosi dengan memanfaatkan media digital atau media sosial,” ujar Adi Firmansyah, SP, MSi, peneliti Pusat Kajian Resolusi Konflik (CARE) IPB University, dalam keterangan tertulis, Senin (08/11).
“Di era digital seperti sekarang ini, kaum milenial sebagai penggerak pariwisata desa, perlu memanfaatkan media digital untuk promosi pariwisata desa. Pengembangan desa wisata akan memberikan multiplier effect untuk menggerakkan ekonomi pedesaan”, ujar Adi, yang juga merupakan penggiat pemberdayaan masyarakat dan literasi digital.
Baca juga: Genjot Promosi, Kemendes PDTT Siapkan Aplikasi Desa Wisata
Menurutnya, media digital yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan promosi antara lain website, youtube, facebook, instagram, twitter, whatsapp serta tiktok. Selain itu, ada banyak kelebihan berpromosi melalui media digital. Seperti, biaya promosi lebih hemat, dapat menjangkau konsumen yang lebih luas serta dapat mengukur dampak dari promosi tersebut secara real time.
Adi juga memberikan tips cara mempromosikan pariwisata pedesaan melalui media digital. Yaitu maksimalkan konten digital, baik secara visual maupun audivisual yang mengangkat daya tarik wisata pedesaan.
Bekerja sama dengan selebgram atau influencer dalam membuat konten maupun mempromosikan desa wisata tersebut. Selain itu memanfaatkan optimasi mesin pencari dengan menambahkan kata kunci yang sesuai topik pariwisata pedesaan.