Gus Halim: Ada Tren Penurunan Angka Stunting di Level Desa
Mahmuda attar hussein
Ahad, 14 November 2021 - 17:00 WIB
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar. Foto: Kemendes
Penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas kerja dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Saat ini muncul tren penurunan angka stunting di desa-desa di Indonesia.
Tren penurunan angka stunting ini salah satunya terjadi di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Jika tahun lalu jumlah anak yang masuk kategori stunting berjumlah 41 anak, tahun ini tinggal 15 anak.
"Saya menemukan satu perspektif yang bagus disini. Satu sisi saya menemukan stunting meski tinggal 15 (anak) tapi bagus juga penurunannya. Sisi lain produktifitas pertanian juga bagus. Dua paradok yang menarik ini," ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat melakukan kunjungan kerja di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Sabtu, (13/11/2021).
Baca juga: Baru Terbentuk, Muhammadiyah Grand Wisata Dirikan Toko Kita
Gus Halim-sapaan akrab Abdul Halim Iskandar-mengatakan penurunan angka stunting di Desa E Wonokerto juga menjadi tren di berbagai desa lain di Indonesia. Dirinya yakin setelah adanya SDGs Desa sebagai arah kebijakan pembangunan desa, penanganan stunting otomatis akan menjadi prioritas bagi pemerintah desa.
“Saat ini gerakan penurunan stunting masif di lakukan di desa-desa di Indonesia. Ada satu hal luar biasa yang ditampilkan desa E Wonokerto. Saya yakin desa lain punya perspektif luar biasa di Musi Rawas,” katanya.
Ia mengungkapkan penanganan stunting di desa merupakan salah satu tujuan pokok SDGs Desa sebagai arah kebijakan pembangunan desa. Penanggulangan stunting ini merupakan bagian dari tujuan SDGs Desa ke-1, tujuan SDGs Desa ke-2, dan tujuan SDGs Desa ke-5.
Tren penurunan angka stunting ini salah satunya terjadi di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Jika tahun lalu jumlah anak yang masuk kategori stunting berjumlah 41 anak, tahun ini tinggal 15 anak.
"Saya menemukan satu perspektif yang bagus disini. Satu sisi saya menemukan stunting meski tinggal 15 (anak) tapi bagus juga penurunannya. Sisi lain produktifitas pertanian juga bagus. Dua paradok yang menarik ini," ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat melakukan kunjungan kerja di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Sabtu, (13/11/2021).
Baca juga: Baru Terbentuk, Muhammadiyah Grand Wisata Dirikan Toko Kita
Gus Halim-sapaan akrab Abdul Halim Iskandar-mengatakan penurunan angka stunting di Desa E Wonokerto juga menjadi tren di berbagai desa lain di Indonesia. Dirinya yakin setelah adanya SDGs Desa sebagai arah kebijakan pembangunan desa, penanganan stunting otomatis akan menjadi prioritas bagi pemerintah desa.
“Saat ini gerakan penurunan stunting masif di lakukan di desa-desa di Indonesia. Ada satu hal luar biasa yang ditampilkan desa E Wonokerto. Saya yakin desa lain punya perspektif luar biasa di Musi Rawas,” katanya.
Ia mengungkapkan penanganan stunting di desa merupakan salah satu tujuan pokok SDGs Desa sebagai arah kebijakan pembangunan desa. Penanggulangan stunting ini merupakan bagian dari tujuan SDGs Desa ke-1, tujuan SDGs Desa ke-2, dan tujuan SDGs Desa ke-5.