Langit7, Bekasi - Pengurus Muhammadiyah Ranting Grand Wisata (PMR-GW) baru dibentuk bulan Oktober 2021. Satu bulan kemudian, dua kegiatan rutin telah dilaksanakan: Pertama, santunan kepada fakir-miskinm melalui LAZISMU. Kedua, berdirinya Amal Usaha berupa usaha ritel, toko serba ada. Namanya Toko Kita.
Toko Kita dikembangkan secara profesional, dengan memperhatikan kualitas dan kelengkapan komoditas serta harga yang bersaing. Pasar yang dibidik adalah segala lapisan masyarakat umum. Bukan hanya warga muslim saja. Jaringan pacarnya inklusif bukan eksklusif. Jangkauannya luas sehingga diharapkan cepat berkembang dan mempunyai beberapa cabang.
“Profit dari Toko Kita adalah hasil bersih penjualan setelah dikurangi biaya operasional. Lima puluh persen dibagi ke Investor, para Saudagar Muhammadiyah yang mukhlis. Lima puluh persennya lagi dipakai untuk membiayai kegiatan PMR-GW dalam pemberdayaan ekonomi umat, melalui bisnis-bisnis ritel lainnya. Hal ini merupakan langkah kecil menuju kemandirian di bidang ekonomi, seperti yang diamanatkan Muktamar Muhammadiyah ke-47di Makasar,” ujar Nurhamid, pimpinan Muhammadiyah Grand Wisata.
Baca juga: Santri Ini Sukses Bisnis Durian, Bisa Jual 15 Ton dalam SebulanNurhamid menjelaskan, PMR-GW belum membahas secara detail bentuk pemberdayaan itu. Apakah hanya pemindahan modal tanpa bagi hasil. Atau, pemindahan modal plus supervisi bisnis. Tetapi yang pasti, peminjam adalah pedagang kecil yang membutuhkan kapital dengan jenis usaha yang dinilai prospek ke depan.
“Bukan asal pedagang kecil. Yang pasti juga, peminjam adalah warga Muhammadiyah atau yang bersedia menjadi anggota Muhammadiyah.Program semacam ini dilakukan untuk memperluas jangkauan dakwah dan memperbanyak populasi warga Muhammadiyah di sekitar Bekasi, dari segmen menengah ke bawah,” tegasnya.
Baca juga: Merintis Bisnis Otomotif, Gontor Auto Service Segera HadirKetika pedagang itu sudah berhasil, lanjut Nurhamid, dan mampu naik kelas, sudah barang tentu akan memberikan kontribusi finansialnya kepada PRM-GW. Tanpa perlu diminta. Inilah sosial bank yang sebenarnya.
Dalam
informal meeting Pengurus Ranting minggu lalu, PRM-GW juga merencanakan berdirinya Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah (SDIT-M). SD ini akan dibuat Sekolah Unggulan yang benar-benar unggul. Target atas berdirinya Sekolah ini adalah untuk "memasarkan" Muhammadiyah di kalangan menengah-atas.
“Ini karena, bagi kelompok-kelompok yang tidak suka Muhammadiyah, menyebarkan persepsi bahwa Muhammadiyah adalah Wahabi gaya baru. Kita harus melawan persepsi ini dengan akhlak yang baik,” ungkapnya.
Nurhamid menegaskan, Muhammadiyah bukan Wahabiyah. Pilihan Muhammadiyah menjadikan "Islam Berkemajuan" merupakan bentuk penegasan sebagai pemurnian Islam yang berorientasi pada pembaharuan Islam yang rasionalistik.
Sementara Wahabiyah berorientasi pada pemurnian Islam yang literal, skriptural, dan harfiah, sehingga gagap terhadap modernisasi.
(zul)