LANGIT7.ID - Menjadi santri tak melulu harus jadi pendakwah dari masjid ke masjid. Seperti yang dilakukan Qomi Uthugyan, alumni Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Gintung, Jayanti, Tangerang, Banten. Pemuda asal Kota Serang itu sukses berbisnis durian.
Qomi memulai bisnis tersebut sejak masih kuliah di semester akhir UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat pada 2015. Ia hanya menggunakan modal pas-pasan. Mulanya ia terinspirasi dari kedai durian di yang selalu ramai di dekat rumahnya. Dari situ ia yakin jika bisnis buah berkulit duri itu menjanjikan.
Modal pas-pasan. Keputusan pun ia ambil. Ia memulai dengan membuat varian durian, yakni Pancake Durian. Pancake Durian merupakan olahan daging durian yang dilapisi kulit dan krim. Ia terinspirasi dari youtube.
Satu kemasan dihargai Rp15 ribu. Meski begitu, ia melakukan eksperimen kecil-kecilan. Ia meminta teman-teman kuliahnya untuk mencoba durian olahan itu. Banyak mengatakan enak. Ia pun kian bersemangat untuk melanjutkan bisnis tersebut.
Meski begitu, ia terus membuat racikan khusus agar Pancake buatannya sesuai selera pasar. Itu penting, agar ia mampu bersaing dengan juragan-juragan durian lain. Hasil tak pernah menghianati usaha. Pancake Durian miliknya banyak yang pesan. Bahkan banyak yang ingin menjadi reseller.
“Lalu saya buat sistem reseller, banyak dari teman-teman saya yang ikutan gabung, bahkan saudara teman banyak yang gabung,” kata Qomi, dikutip bisnisbanten.com, Jumat (12/11/2021).
Pertama kali buka, ada 100 reseller yang bergabung. Mereka berasal dari kawasan Ciputat dan sekitar. Bukan hanya mahasiswa, ada pula pekerja dari Jakarta Pusat. Ia lalu membuat brand Durian KPK (Kamu Pasti Kembali).
Perlahan
brand Durian KPK dikenal banyak orang. Meski kala itu Qomi hanya memasarkan produk pancake durian. Seiring permintaan yang kian banyak, produksi pun harus ditingkatkan. Ia membuka lapangan pekerjaan.
Pada 2016, setelah lulus kuliah, Qomi memutuskan menyewa ruko di pusat Kota Serang. Saat itu, produk Durian KPK tak hanya pancake saja, sudah ditambah durian kupas untuk menyuplai para pedagang sop durian atau produk makanan yang berbahan dasar durian.
“Jadi, pas buka toko langsung saya buat nama Supplier Duren KPK, Bukan Toko Durian KPK, jadi orang beli durian kita itu, jarang untuk dinikmati sendiri, kebanyakan untuk dijual lagi,” ujar Qomi.
Saat Covid-19 mewabah di Tanah Air, penjualan Durian KPK sempat menurun. Namun perlahan penjualan kembali stabil. Dalam sebulan, Qomi mampu menjual 10-15 ton durian kupas. Pembeli produk Durian KPK tersebar luas di area Banten hingga Jakarta dan Jawa Barat. Bahkan, ada costumer dari Solo, Jawa Tengah.
(jqf)