home wirausaha syariah

Rugi Bisnis Otomotif, Sukses Bisnis Tanaman Hias

Selasa, 16 November 2021 - 13:05 WIB
Ardi Kusuma pengusaha tanaman hias. Foto: Youtube Kisah Tanpa Batas
Florikuktura atau tanaman hias memiliki pangsa pasar yang cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi tanaman hias hingga triwulan II- 2020 mencapai 342.422.645 pcs. Sementara itu, volume eskpor tanaman hias Indonesia per tahun dari 2017-2020 rata-rata 20 juta dolar Amerika atau senilai Rp290 miliar.

Besarnya angka ekspor benih tanaman hias menunjukkan bahwa bisnis benih tanaman hias masih sangat terbuka. Kondisi itu memberi peluang bagi para pengusaha di dalam negeri karena potensi pengembangan tanaman hias tropis di Indonesia sangat tinggi.

Seperti Ardi Kusuma yang juga mulai "kecemplung" dalam dunia tanaman hias karena Covid-19 dan kebijakan PPKM dari pemerintah mengharuskan masyarakat banyak berdiam diri di rumah.

Baca juga: Sultan HB X: Pengendalian Inflasi Perlu Inovasi Sektor Pangan

Pemilik nursery Teras Sejuk 9 ini melihat adanya peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan dari tanaman hias. Baginya, tanaman hias ibarat penyelamat hidup di masa pandemi Covid-19.

Sebab, sebelum terjun menjalankan usaha florikultura, Ardi merupakan seorang pengusaha di bidang otomotif. Namun, pandemi cukup memukul keras usaha otomotifnya itu.

"Sebelumnya, latar belakang saya usaha di bidang otomotif dan saat ini saya banting setir. Tapi masih ada bisnis kecil-kecilan di otomotif walaupun 90 persen sudah di tanaman hias," ujarnya dikanal Youtube Kisah Tanpa Batas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
merugi bisnis otomotif sukses tanaman hias
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya