home lifestyle muslim

Kesehatan

Hati-hati, Merokok Masih Jadi Penyebab Utama Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Rabu, 24 November 2021 - 12:12 WIB
Ilustrasi paru-paru yang terbakar akibat kebiasaan merokok. Foto: LANGIT7/iStock
Pada masa pandemi COVID-19, virus Sars-CoV-2 akan menyerang sistem pernapasan dan ini membuat para penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis(PPOK) lebih rentan mengalami penyakit paru-paru kronis.

PPOK adalah peradangan yang terjadi pada paru-paru yang berkembang dalam jangka panjang. Umumnya gejala yang ditemui pada PPOK adalah kesulitan bernapas, batuk berdahak, dan mengi atau bengek.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), PPOK menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia. Sebanyak 3,23 juta kematian di tahun 2019 dengan merokok sebagai penyebab utamanya.

Baca juga: Asap Rokok Masih Penyebab No.1 Penyakit Paru Kronik

Tahun 2020, Global initiative for Chronic Obstructive Lung Disease memperkirakan secara epidemiologi di tahun 2060 angka prevalensi PPOK akan terus meningkat karena meningkatnya jumlah angka orang yang merokok.

Di Indonesia berdasarkan data riset kesehatan dasar 2013 prevalensi PPOK mencapai 3,7% atau sekitar 9,2 juta jiwa yang mengalami penyakit tersebut.

Melihat kondisi tersebut, maka dipandang perlu untuk memberikan kewaspadaan secara persuasif kepada masyarakat. Faktor yang penting dari pencegahan PPOK adalah mengurangi paparan dari asap rokok.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya