Pemerintah Dorong
Mercedes Benz Jadikan Indonesia Ekspor Hub Kendaraan Bermotor
Mahmuda attar hussein
Senin, 29 November 2021 - 10:35 WIB
Mobil Mercedes Benz. Foto: Kemenperin
Indonesia dipercaya menjadi industri otomotif untuk segala segmen, mulai dari kelas low, middle hingga premium and luxury.
Hal itu dikatakan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier di Jakarta, pada Minggu (28/11).
Menurutnya, pemerintah siap menyambut era teknologi zero emission melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.
Baca juga: Mobil Listrik Curi Perhatian di Pameran Otomotif Seoul
Selain itu, didukung Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021, yang menyebutkan bahwa kendaraan dengan teknologi zero emission seperti BEV dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang produksi di dalam negeri, akan diberikan tarif PPnBM sebesar 0 persen.
“Pemerintah mendorong agar Mercedes Benz dapat menjadikan Indonesia sebagai ekspor hub kendaraan bermotor, baik konvensional maupun elektrifikasi ke pasar global,” ujar Taufiek.
Saat ini, industri otomotif di Indonesia tengah bersaing di kancah global. Hal itu terlihat dari capaian jumlah ekspor produk kendaraan roda empat atau lebih, termasuk juga komponennya.
Hal itu dikatakan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier di Jakarta, pada Minggu (28/11).
Menurutnya, pemerintah siap menyambut era teknologi zero emission melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.
Baca juga: Mobil Listrik Curi Perhatian di Pameran Otomotif Seoul
Selain itu, didukung Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021, yang menyebutkan bahwa kendaraan dengan teknologi zero emission seperti BEV dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang produksi di dalam negeri, akan diberikan tarif PPnBM sebesar 0 persen.
“Pemerintah mendorong agar Mercedes Benz dapat menjadikan Indonesia sebagai ekspor hub kendaraan bermotor, baik konvensional maupun elektrifikasi ke pasar global,” ujar Taufiek.
Saat ini, industri otomotif di Indonesia tengah bersaing di kancah global. Hal itu terlihat dari capaian jumlah ekspor produk kendaraan roda empat atau lebih, termasuk juga komponennya.