Awas Hoaks, Begini Cara Verifikasi Berita Sesuai Ilmu Hadist
Muhammad rifai akif
Jum'at, 03 Desember 2021 - 12:28 WIB
Konsep informasi hoaks. Foto: LANGIT7/iStock
Di zaman era digital ini arus distribusi informasi sangat deras. Tak hanya memudahkan, tapi fakta tersebut membuat masyarakat bingung dalam memilah berita atau informasi yang valid.
Karenanya, di era digital dibutuhkan keahlian dalam memverifikasi berita dan informasi yang benar. Agar tidak terjebak dengan informasi palsu atau hoaks.
Namun bagaimana cara memverifikasinya, terlebih jika informasi tersebut ingin disebar ke masyarakat?
Baca juga: Sejarah Hadist Palsu, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Rasul
Berikut cara memverifikasi informasi sesuai dengan panduan membuktikan hadits seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Kharish atau yang akrab disapa dengan Ustadz Ahong, salah satu pendakhwah yang ada di aplikasi cariustadz.id.
1. Siapa yang pertama kali memproduksi
Langkah pertama adalah melihat siapa yang pertama kali membuat berita tersebut. Sama seperti dalam verifikasi hadits, harus melihat siapa yang pertama kali meriwayatkan hadits tersebut.
Karenanya, di era digital dibutuhkan keahlian dalam memverifikasi berita dan informasi yang benar. Agar tidak terjebak dengan informasi palsu atau hoaks.
Namun bagaimana cara memverifikasinya, terlebih jika informasi tersebut ingin disebar ke masyarakat?
Baca juga: Sejarah Hadist Palsu, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Rasul
Berikut cara memverifikasi informasi sesuai dengan panduan membuktikan hadits seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Kharish atau yang akrab disapa dengan Ustadz Ahong, salah satu pendakhwah yang ada di aplikasi cariustadz.id.
1. Siapa yang pertama kali memproduksi
Langkah pertama adalah melihat siapa yang pertama kali membuat berita tersebut. Sama seperti dalam verifikasi hadits, harus melihat siapa yang pertama kali meriwayatkan hadits tersebut.