MUI Gelar Expo UMKM Halal MUI 2021
Perhatikan Nasib Pengusaha Mikro dan Utramikro
Mahmuda attar hussein
Selasa, 07 Desember 2021 - 14:30 WIB
Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Buya Anwar Abbas. Foto: Langgit7/Attar
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan nasib pengusaha mikro dan ultramikro yang lepas dari perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Buya Anwar Abbas, dalam sambutannya di acara Pembukaan Expo UMKM Halal MUI 2021 pada Senin (06/12). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Kongres Ekonomi Umat 2 yang digelar MUI Pusat.
“Negara harus tampil karena tugasnya melindungi rakyat. Saya tidak melihat negara terlalu menonjol dalam memperhatikan pengusaha mikro dan ultramikro. Saya lihat pemerintah memang memberikan konsen kepada usaha besar, menengah, dan kecil, tapi tidak bagi usaha mikro dan ultramikro yang berjumlah 98 persen,” ujarnya.
Baca juga: Hindari Ibukota, Justru Sukses Kembangkan Usaha Peternakan
Menurutnya, permasalahan yang dialami usaha mikro dan ultramikro selama ini adalah terkait dengan pendanaan bank. Ia berharap, masalah itu bisa segera diatasi karena usaha mikro dan ultramikro yang jumlahnya begitu besar di Indonesia.
Selama ini, kata dia, dana besar lebih mengalir kepada pengusaha besar yang jumlahnya sedikit. Walaupun memang pemberian modal besar kepada pengusaha yang besar pula lebih aman risiko bagi perbankan, tapi porsi kepada usaha mikro dan ultramikro tetap harus diberikan.
“Usaha mikro dan ultramikro yang berjumlah sekitar enam juta tidak mendapatkan alokasi pembiayaan, karena tidak terbaca dalam dunia kewirausahaan pemerintah,” ujarnya.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Buya Anwar Abbas, dalam sambutannya di acara Pembukaan Expo UMKM Halal MUI 2021 pada Senin (06/12). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Kongres Ekonomi Umat 2 yang digelar MUI Pusat.
“Negara harus tampil karena tugasnya melindungi rakyat. Saya tidak melihat negara terlalu menonjol dalam memperhatikan pengusaha mikro dan ultramikro. Saya lihat pemerintah memang memberikan konsen kepada usaha besar, menengah, dan kecil, tapi tidak bagi usaha mikro dan ultramikro yang berjumlah 98 persen,” ujarnya.
Baca juga: Hindari Ibukota, Justru Sukses Kembangkan Usaha Peternakan
Menurutnya, permasalahan yang dialami usaha mikro dan ultramikro selama ini adalah terkait dengan pendanaan bank. Ia berharap, masalah itu bisa segera diatasi karena usaha mikro dan ultramikro yang jumlahnya begitu besar di Indonesia.
Selama ini, kata dia, dana besar lebih mengalir kepada pengusaha besar yang jumlahnya sedikit. Walaupun memang pemberian modal besar kepada pengusaha yang besar pula lebih aman risiko bagi perbankan, tapi porsi kepada usaha mikro dan ultramikro tetap harus diberikan.
“Usaha mikro dan ultramikro yang berjumlah sekitar enam juta tidak mendapatkan alokasi pembiayaan, karena tidak terbaca dalam dunia kewirausahaan pemerintah,” ujarnya.