Islam di Eropa
Awalnya Musuhi Islam, Kini Para Politisi Eropa Ini Jadi Muslim Taat
Muhajirin
Senin, 13 Desember 2021 - 08:35 WIB
Arnoud Van Dourn saat menunaikan umroh (foto: istimewa)
Islam kerap dikaitkan dengan intoleransi dan radikalisme. Bahkan sering dicap sebagai terorisme, terutama di negara-negara barat.
Diskriminasi terhadap muslim pun sering terjadi, terutama di Barat. Muslim yang menjadi korban seringkali para imigran dari timur tengah. Padahal, mengaitkan Islam dengan terorisme, radikalisme, dan intoleran merupakan tindakan salah. Islam datang membawa kedamaian.
Namun ternyata, ada beberapa tokoh barat yang dulu sangat membenci Islam kini menjadi seorang muslim taat. Setelah jadi mualaf, merek gigih menyebarkan agama Islam ke publik.
Nah, berikut ini 4 politisi Eropa yang dulu membenci Islam, kini menjadi seorang mualaf:
1. Arnoud Van Doorn
Arnoud Van Doorn adalah politikus asal Belanda pembuat film pendek berdurasi 17 menit berjudul "Fitnah". Film itu tayang pada 2008 lalu dan dipublikasikan di internet.
Film itu membahas hal-hal buruk tentang Islam. Di film itu, Islam digambarkan sebagai agama yang mempromosikan kekerasan dan terorisme. Beberapa ayat Al-Qur'an sengaja dipilih untuk menghubung-hubungkan Islam dengan kekerasan. Bahkan, Nabi Muhammad digambarkan sedang menaruh bom di atas kepalanya.
Diskriminasi terhadap muslim pun sering terjadi, terutama di Barat. Muslim yang menjadi korban seringkali para imigran dari timur tengah. Padahal, mengaitkan Islam dengan terorisme, radikalisme, dan intoleran merupakan tindakan salah. Islam datang membawa kedamaian.
Namun ternyata, ada beberapa tokoh barat yang dulu sangat membenci Islam kini menjadi seorang muslim taat. Setelah jadi mualaf, merek gigih menyebarkan agama Islam ke publik.
Nah, berikut ini 4 politisi Eropa yang dulu membenci Islam, kini menjadi seorang mualaf:
1. Arnoud Van Doorn
Arnoud Van Doorn adalah politikus asal Belanda pembuat film pendek berdurasi 17 menit berjudul "Fitnah". Film itu tayang pada 2008 lalu dan dipublikasikan di internet.
Film itu membahas hal-hal buruk tentang Islam. Di film itu, Islam digambarkan sebagai agama yang mempromosikan kekerasan dan terorisme. Beberapa ayat Al-Qur'an sengaja dipilih untuk menghubung-hubungkan Islam dengan kekerasan. Bahkan, Nabi Muhammad digambarkan sedang menaruh bom di atas kepalanya.