Orang Tertua di Prancis Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 17 Desember 2021 - 21:05 WIB
Ilustrasi Dokter dibantu tenaga kesehatan melakukan penanganan pada pasien Covid-19 di ruang ICU. (Foto: Langit7.id/iStock)
Orang tertua di Prancis, Marcel Meys, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Vienne yang terletak di tenggara Prancis. Meys yang saat ini berusia 112 tahun itu meninggal karena tertular Covid-19.
Putri Meys, Nicole Boiron, mengatakan jika ibunya dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif. Bahkan, Meys sempat diberi oksigen setelah kondisinya memburuk.
Baca juga:Satgas Covid Imbau Warga Tunda Perjalanan ke Luar Negeri
Berdasarkan surat kabar harian Ques, pemakaman Meys akan dilakukan pada 22 Desember. Meys dilaporkan tidak divaksinasi dan tinggal sendirian di rumahnya di Saint-Romain-en-Gal, yang telah menjadi kediamannya sejak 1957.
Dia menjalani kehidupan yang bahagia, indah, dan bangga menjadi warga negara tertua, menurut keluarganya. Berasal dari lembah Rhone, Meys lahir pada Juli 1909 dan melalui periode perang dunia dan Depresi Besar 1929. Pada saat Perang Dunia II, dia bekerja sebagai paramedis dan menjalankan layanan taksi ambulans.
Baca juga:Antisipasi Penyebaran Omicron, Puan: Gencarkan Tracing
Dia mendukung gerakan perlawanan Prancis untuk melawan kolaborator rezim Vichy dengan mengangkut anggota yang terluka ke rumah sakit. Dia melakoni pekerjaan ini sampai pensiun pada tahun 1967. Secara tradisional, Prancis memberikan gelar "Dekan" kepada warga tertua yang masih hidup.
Putri Meys, Nicole Boiron, mengatakan jika ibunya dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif. Bahkan, Meys sempat diberi oksigen setelah kondisinya memburuk.
Baca juga:Satgas Covid Imbau Warga Tunda Perjalanan ke Luar Negeri
Berdasarkan surat kabar harian Ques, pemakaman Meys akan dilakukan pada 22 Desember. Meys dilaporkan tidak divaksinasi dan tinggal sendirian di rumahnya di Saint-Romain-en-Gal, yang telah menjadi kediamannya sejak 1957.
Dia menjalani kehidupan yang bahagia, indah, dan bangga menjadi warga negara tertua, menurut keluarganya. Berasal dari lembah Rhone, Meys lahir pada Juli 1909 dan melalui periode perang dunia dan Depresi Besar 1929. Pada saat Perang Dunia II, dia bekerja sebagai paramedis dan menjalankan layanan taksi ambulans.
Baca juga:Antisipasi Penyebaran Omicron, Puan: Gencarkan Tracing
Dia mendukung gerakan perlawanan Prancis untuk melawan kolaborator rezim Vichy dengan mengangkut anggota yang terluka ke rumah sakit. Dia melakoni pekerjaan ini sampai pensiun pada tahun 1967. Secara tradisional, Prancis memberikan gelar "Dekan" kepada warga tertua yang masih hidup.