LANGIT7.ID, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta kepada masyarakat Indonesia untuk menunda perjalanan ke luar negeri. Hal itu sebagai upaya menekan risiko penularan Covid-19 varian Omicron.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adi Sasmito. Wiku mengimbau warga menunda perjalanan ke luar negeri apabila tidak ada kepentingan yang bersifat darurat.
"Apabila perjalanan harus dilakukan karena keadaan yang sangat mendesak seperti alasan untuk kesehatan, kedukaan, atau tugas kedinasan maka perlu adanya pelaksanaan mekanisme kedatangan pelaku perjalanan internasional sesuai prosedur yang berlaku dan terkini dalam surat edaran Satgas Nomor 25 Tahun 2021," kata Wiku, seperti dikutip Jumat (17/12).
Baca juga:
Antisipasi Penyebaran Omicron, Puan: Gencarkan TracingDalam hal ini, Satgas memohon kesediaan masyarakat untuk bekerja sama dengan pemerintah demi menjaga kondisi perkembangan Covid-19 di Indonesia agar tetap kondusif.
Wiku menyampaikan bahwa pemerintah untuk sementara menutup pintu masuk bagi pelaku perjalanan dari negara dengan transmisi SARS-CoV-2 varian Omicron. Sementara bagi Warga Negara Indonesia (WNI) masih diperbolehkan masuk dengan syarat ketat.
"WNI diperbolehkan masuk ke Indonesia dengan syarat ketat yaitu (karantina) 14x24 jam untuk WNI dari negara dengan transmisi Omicron. Sedangkan untuk WNI dari negara lainnya wajib karantina 10x24 jam," ujarnya.
Baca juga:
Waspadai Omicron, Ini Upaya Preventif Pemda DIYLebih lanjut, Wiku menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan perubahan dalam kebijakan penanggulangan Covid-19 sesuai dengan kondisi penyebaran, baik di dalam maupun luar negeri.
Untuk itu, Satgas menekankan pentingnya pengurangan mobilitas warga dalam upaya menekan risiko peningkatan penularan Covid-19, terutama saat libur panjang.
"Kita tidak boleh lengah, terlebih sebentar lagi kita akan memasuki periode Natal dan Tahun Baru, yang cenderung meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat dan berpotensi meningkatkan penularan Covid-19," tuturnya.
"Mari kita sebagai bangsa secara kolektif mencegah lonjakan Covid-19 di tahun 2022. Saya yakin bahwa seluruh elemen masyarakat berharap Indonesia tidak akan mengalami lonjakan kasus, utamanya menjelang periode Natal dan Tahun Baru ini," jelasnya. (Sumber: Antaranews)
(sof)