Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Syahril menyampaikan dari data yang diterima, varian baru Omicron XBB dan BQ.1 sudah mendominasi lebih dari 25 persen dari proporsi kasus.
Menurut angka yang diterbitkan oleh CDC, subvarian omicron baru ini sekarang menyebar ke seluruh negeri pada musim gugur ini. Sekitar 4,3 persen kasus Covid-19 baru secara nasional di AS terkait dengan varian BN.1.
Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma'ruf Amin meminta masyarakat Indonesia tetap waspada terhadap kemunculan subvarian Omicron XBB yang muncul di sejumlah negara.
Covid-19 subvarian Omicron XBB telah menyebar di 26 negara, termasuk Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan RI, per 25 Oktober 2022 terdapat empat kasus terkonfirmasi Omicron XBB.
Kasus tersebut merupakan transmisi dari dalam negeri dan luar negeri. Artinya, per Selasa (25/10/2022) total ada 4 kasus Covid-19 varian XBB di Indonesia.
Dokter Umum dr Aldo Aprizo mengatakan melawan batuk dan pilek tanpa obat sirop dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara waktu efektif penyembuhan adalah tiga hari.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi subvarian Omicron XBB terdeteksi di Indonesia. Kasus pertama dialami perempuan berusia 29 tahun asal Lombok.
Secara epidemologi varian BA.4 sudah diidentifikasi di 61 negara dengan 7.524 sekuens yang dilaporkan melalui GISAID. Virus ini banyak teridentifikasi di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Denmark, dan Israel.
Wiku mengimnbau masyarakat tidak melonggarkan disiplin prokes ditengah munculnya mutasi virus baru varian BA.4 dan BA.5. Kasus ini pertama kali dilaporkan ke Indonesia 6 Juni 2022.
Sandiaga mengimbau masyarakat agar selalu optimis kendati kekhawatiran selalu ada, dengan disiplin dan mengikti arahan pemerintah sehinga Indonesia dapat melewati varian baru seperti kondisi sebelumnya.