Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Omicron XBB Masuk Indonesia, Pakar UGM: Tak Perlu Panik

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 27 Oktober 2022 - 12:24 WIB
Omicron XBB Masuk Indonesia, Pakar UGM: Tak Perlu Panik
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Covid-19 subvarian Omicron XBB telah menyebar di 26 negara, termasuk Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan RI, per 25 Oktober 2022 terdapat empat kasus terkonfirmasi Omicron XBB.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, dr. Gunadi, Ph.D, Sp.BA, mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi masuknya Covid-19 subvarian Omicron XBB ke Indonesia.

Baca juga: Cegah Lonjakan Covid-19 XBB, Puan Minta Pemerintah Galakkan Booster

Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada memperkuat penerapan protokol kesehatan.

“Jangan khawatir berlebihan. Bagi yang belum vaksin segerakan vaksin dan lakukan booster juga bagi yang belum untuk meningkatkan perlindungan terhadap penularan Covid-19 sub varian baru ini,” jelasnya dikutip dari laman UGM, Kamis (27/10/2022).

Menurut Gunadi, Covid-19 akan terus terus bermutasi. Seperti halnya varian baru XBB yang merupakan hasil evolusi dari varian Omicron.

Karenanya varian XBB memiliki sifat dasar yang sama dengan Omicron dari segi kecepatan penularannya. Disamping itu, varian ini juga dianggap setara dengan kemampuan varian Omicron BQ.1.1 dalam menghindari sistem imun tubuh (imun escape).

“Varian XBB ini selain cepat penyebarannya juga bersifat imun escape setara dengan Omicron BQ. 1.1 yang bersifat paling mampu menghindar dari sistem imun kita. Ini patut menjadi perhatian kita semua,” terangnya.

Baca juga: Varian Omicron XBB Masuk RI, Kemenkes: Total Ada 4 Kasus

Sementara itu, peningkatan kasus gelombang XBB terjadi di Singapura. Padahal, tambah Gunadi, Singapura memiliki cakupan vaksinasi yang bagus. Namun angka kasus XBB meningkat kebih dari 50% dimungkinkan karena program testing, tracing, genomic survayang cukup tinggi sehingga banyak temuan kasus.

“Singapura ini mungkin testing dan tracingnya cukup tinggi sehingga tidak berarti negara lain yang rendah kasus XBB ini memang rendah kasusnya. Bisa jadi karena testing, tracing, genomic surveillance belum tinggi,” paparnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)