Bolehkah Wanita Haid Menjawab Adzan? Ini Kata Imam Nawawi
Fajar adhitya
Ahad, 19 Desember 2021 - 08:30 WIB
Ilustrasi masjid sedang mengumandangkan adzan. Foto: iStock.
Hukum menjawab adzan adalah sunnah. Menjawab adzan dan iqamah adalah dengan mengikuti apa yang diucapkan oleh muadzin dan muqim (orang yang iqamah).
Menjawab adzan disunnahkan bagi orang yang mendengar adzan. Cara menjawab adzan ialah dengan mengikuti kalimat adzan yang diucapkan muadzin, kecuali pada beberapa kalimat.
Mualim KH Muhammad Syafi’i Hadzami menjelaskan, saat muadzin mengucapkan Hayya ‘alâ as-salâh dan Hayya ‘alâ al-falâh, maka yang mendengar mengucapkan Lâ haulâwalâ Quwwata illâ billâh. Adapun untuk adzan subuh, saat muadzin mengucapkan As-salâtu khairum mina an-naum maka dijawab dengan sadaqta wa barirta.
Baca Juga:Innalillahi, Mantan Ketua BPK Harry Azhar Azis Meninggal Dunia
Sedangkan untuk iqamah sama seperti halnya menjawab adzan. Namun, ketika muaqim mengucapkan Qad Qâmati as-salâh, maka dijawab dengan, Aqâmahallâhu wa adamaha wa ja‘alanâ min sâlihî ahlihâ.
Mualim menerangkan, seseorang yang berhadats besar maupun kecil, wanita yang sedang haid dan nifas diperbolehkan menjawab adzan dengan sempurna. Kebolehan tersebut karena menjawab adzan merupakan dzikir.
“Telah ijma’ ulama atas bolehnya dzikir dengan hati dan lidah bagi yang berhadas besar, wanita yang sedang haid dan sedang nifas. Dan yang de mikian itu pada tasbih, tahlil, tahmid dan takbir dan shalawat atas Nabi doa dan lain daripada itu.” (Al Adzkâr Imam Nawawi).
Menjawab adzan disunnahkan bagi orang yang mendengar adzan. Cara menjawab adzan ialah dengan mengikuti kalimat adzan yang diucapkan muadzin, kecuali pada beberapa kalimat.
Mualim KH Muhammad Syafi’i Hadzami menjelaskan, saat muadzin mengucapkan Hayya ‘alâ as-salâh dan Hayya ‘alâ al-falâh, maka yang mendengar mengucapkan Lâ haulâwalâ Quwwata illâ billâh. Adapun untuk adzan subuh, saat muadzin mengucapkan As-salâtu khairum mina an-naum maka dijawab dengan sadaqta wa barirta.
Baca Juga:Innalillahi, Mantan Ketua BPK Harry Azhar Azis Meninggal Dunia
Sedangkan untuk iqamah sama seperti halnya menjawab adzan. Namun, ketika muaqim mengucapkan Qad Qâmati as-salâh, maka dijawab dengan, Aqâmahallâhu wa adamaha wa ja‘alanâ min sâlihî ahlihâ.
Mualim menerangkan, seseorang yang berhadats besar maupun kecil, wanita yang sedang haid dan nifas diperbolehkan menjawab adzan dengan sempurna. Kebolehan tersebut karena menjawab adzan merupakan dzikir.
“Telah ijma’ ulama atas bolehnya dzikir dengan hati dan lidah bagi yang berhadas besar, wanita yang sedang haid dan sedang nifas. Dan yang de mikian itu pada tasbih, tahlil, tahmid dan takbir dan shalawat atas Nabi doa dan lain daripada itu.” (Al Adzkâr Imam Nawawi).