Khatib Masjid Agung Babel: Hadapi Pandemi dengan Sabar dan Ikhlas
Fajar adhitya
Selasa, 20 Juli 2021 - 20:10 WIB
Masjid Agung Bangka Belitung. (Foto: Istimewa).
Ummat Muslim diminta bersabar dan ikhlas dalam menghadapi pandemi Covid-19. Wabah virus corona ini merupakan salah satu cobaan dari Allah subhanahu wata ala.
Khatib shalat Idul Adha di Masjid Agung Sungailiat, Dr Suparta mengatakan, ujian yang lebih berat pernah dialami Nabi Ibrahim alaihi sallam ketika diminta menyembelih putranya, Ismail.
"Namun Nabi Ibrahim berhasil melewati dengan keyakinannya bahwa Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Penyayang," kata Dr Suparta dalam khutbah Sholat Id, Selasa (20/7/2021).
Selain bersabar dan ikhlas, ummat Muslim harus bertawakal dalam menyikapi pandemi ini. Aturan protokol kesehatan harus ditaati, karena bagian dari ikhtiar menjaga diri dari penularan virus corona.
"Setelah tawakal kita jalankan, umat Islam untuk bersabar dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT agar pandemi segera berakhir," katanya.
Kemudian pada tahap ikhlas, yakni saat semuanya diserahkan sepenuhnya kepada Allah yang mempunyai hak mutlak untuk menentukan segala sesuatunya.
Suparta mengatakan, 3.000 tahun lalu Nabi Ibrahim AS telah memberikan pengajaran ummat manusia di muka bumi dengan kesabaran, tawakal dan ikhlas.
Khatib shalat Idul Adha di Masjid Agung Sungailiat, Dr Suparta mengatakan, ujian yang lebih berat pernah dialami Nabi Ibrahim alaihi sallam ketika diminta menyembelih putranya, Ismail.
"Namun Nabi Ibrahim berhasil melewati dengan keyakinannya bahwa Allah SWT Maha Kuasa dan Maha Penyayang," kata Dr Suparta dalam khutbah Sholat Id, Selasa (20/7/2021).
Selain bersabar dan ikhlas, ummat Muslim harus bertawakal dalam menyikapi pandemi ini. Aturan protokol kesehatan harus ditaati, karena bagian dari ikhtiar menjaga diri dari penularan virus corona.
"Setelah tawakal kita jalankan, umat Islam untuk bersabar dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT agar pandemi segera berakhir," katanya.
Kemudian pada tahap ikhlas, yakni saat semuanya diserahkan sepenuhnya kepada Allah yang mempunyai hak mutlak untuk menentukan segala sesuatunya.
Suparta mengatakan, 3.000 tahun lalu Nabi Ibrahim AS telah memberikan pengajaran ummat manusia di muka bumi dengan kesabaran, tawakal dan ikhlas.