Candi Sambisari Yogyakarta, Wisata Candi Minimalis di Bawah Tanah
Hasanah syakim
Kamis, 06 Januari 2022 - 10:23 WIB
Candi Sambisari (foto: Langit7.id/ iStock)
Candi Sambisari merupakan situs sejarah yang memiliki keunikan tersendiri. Unik, karena candi ini berada di bawah permukaan tanah di sekitarnya.
Candi ini dulunya memang sempat terkubur hingga berabad-abad. Ketika ditemukan oleh warga pada tahun 1966, candi ini hanya berupa puing dan terkubur di dalam tanah.
Saat pertama kali ditemukan yaitu candi ini berada dibawah tanah dengan kondisi tertimbun sekitar 6,5 meter dari permukaan tanah.
Dulu, letusan Merapi diduga menjadi penyebab candi tersebut tertimbun debu dan tanah.
Baca juga:Desa Wisata Tetebatu Pesona Alam di Kaki Gunung Rinjani
Kemudian setelah puing-puing candi ditemukan, dilakukanlah pemugaran terhadap puing-puing candi tersebut. Pemugaran itu selesai sekitar 1986 dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk membangun puing-puing candi ini menjadi sebuah candi yang indah.
Setelah diteliti lebih lanjut oleh para arkeolog dan pemerintah setempat, Candi ini dibiarkan berada di bawah permukaan tanah sekitarnya. Alhasil, Meski tak semegah Candi Prambanan, candi ini memiliki bentuk dan karakter tersendiri sehingga menjadi destinasi wisata candi unik di daerah Yogyakarta.
Candi ini dulunya memang sempat terkubur hingga berabad-abad. Ketika ditemukan oleh warga pada tahun 1966, candi ini hanya berupa puing dan terkubur di dalam tanah.
Saat pertama kali ditemukan yaitu candi ini berada dibawah tanah dengan kondisi tertimbun sekitar 6,5 meter dari permukaan tanah.
Dulu, letusan Merapi diduga menjadi penyebab candi tersebut tertimbun debu dan tanah.
Baca juga:Desa Wisata Tetebatu Pesona Alam di Kaki Gunung Rinjani
Kemudian setelah puing-puing candi ditemukan, dilakukanlah pemugaran terhadap puing-puing candi tersebut. Pemugaran itu selesai sekitar 1986 dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk membangun puing-puing candi ini menjadi sebuah candi yang indah.
Setelah diteliti lebih lanjut oleh para arkeolog dan pemerintah setempat, Candi ini dibiarkan berada di bawah permukaan tanah sekitarnya. Alhasil, Meski tak semegah Candi Prambanan, candi ini memiliki bentuk dan karakter tersendiri sehingga menjadi destinasi wisata candi unik di daerah Yogyakarta.