LANGIT7.ID, Lombok - Keindahan Desa Tetebatu yang berada di kaki Gunung Rinjani sudah tak diragukan lagi. Dengan udara segar khas pegunungan, desa ini masuk dalam nominasi desa wisata terbaik mewakili Indonesia yang diselenggrakan oleh organisasi tingkat dunia.
Desa Tetebatu sendiri terletak di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTT).
Desa Tetebatu ini menjadi salah satu destinasi klasik yang ada di Indonesia, dan dijadikan sebagai tempat peristirahatan juga menjadi desa wisata sejak zaman kolonial Belanda.
Lokasinya berada di 700mdpl, tak heran jika udara di desa ini sejuk khas pedesaan di kaki gunung.
Desa ini kini populer di mata traveller Indonesia maupun mancanegara. Salah satunya karena kesejukan dan ketenangannya.
Selain udara yang sejuk, desa ini menjadi daya tarik dengan beragam keindahaan wisata alamnya, dalam kawasan ini terdapat pemandangan sawah terasering yang eksotis, dua air terjun Sarang Walet, dan air terjun Kokok Duren. Akses menuju kedua air terjun ini termasuk mudah dicapai, karena penduduk sekitar merawatnya dengan baik.
Baca juga:
Mengenal Desa Tetebatu Lombok Timur, Nominator Desa Wisata Terbaik Se-DuniaSelain itu, terdapat hutan yang dihidupi monyet hitam asli Tetebatu. Wisatawan juga bisa menelusuri kebun-kebun yang ada disana seperti kebun kopi, coklat, cengkeh, dan vanili milik masyarakat setempat.
Di waktu musim tanam padi, para wisatawan diperbolehkan untuk ikut turun menanam bibit padi, selain itu pengunjung juga bisa memetik hasil panen buah-buahan yang ditanam Desa Tetebatu.
Dalam setiap harinya desa ini seringkali dikunjungi puluhan wisatawan asing dari Eropa untuk datang dan menginap, rata-rata dari mereka berkunjung hingga tiga sampai empat hari disana.
Kendati demikian, masyarakat Desa Tetebatu ramah terhadap tamu yang datang dari manapun. Warga Desa Tetebatu sendiri memiliki semboyan “Kembali Ke Alam” atau “Back to Natural” karenanya beberapa pohon yang tumbuh serta lingkungan yang ada disana masih terjaga.
Di momen tertentu terdapat atraksi menarik di desa wisata ini, berupa pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani yang tampak gagah. Kendati sudah dikenal luas, Desa Tetebatu tetap menjadi desa yang tenang. Adapun para turis yang datang biasanya dari negara Inggris, Itali, Swiss, Australia, Selandia Baru, Cina, Spanyol, Prancis, Jerman, Belanda, Rusia, Iran, dan Checkoslovakia.
Beragam sarana penginapan sebagai fasilitas penunjang seperti homestay tersedia untuk para wisatawan yang hendak berlibur ke desa wisata ini, tarif untuk satu penginapan cukup bervariasimulai dari Rp 200 ribu hingga Rp650 ribu.
(sof)