Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Solo Raya Siapkan Rencana Induk Pariwisata, Jadi Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi Syariah Jawa Tengah

tim langit 7 Rabu, 03 Juni 2026 - 07:05 WIB
Solo Raya Siapkan Rencana Induk Pariwisata, Jadi Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi Syariah Jawa Tengah
LANGIT7.ID-Boyolali; Kawasan Solo Raya didorong menjadi pusat pengembangan pariwisata dan ekonomi syariah di Jawa Tengah. Sejumlah kepala daerah di wilayah tersebut mulai menyiapkan berbagai program, mulai dari penguatan desa wisata, pengembangan wisata ramah muslim, hingga percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Salah satu langkah yang diusulkan adalah penyusunan Rencana Induk Pariwisata Solo Raya. Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menilai kolaborasi antarwilayah menjadi kunci agar sektor pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami ingin mengajak seluruh kepala daerah berkomitmen membentuk rencana induk pariwisata Solo Raya,” ujar Respati dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Solo Raya di Pendopo Kabupaten Boyolali, dikutip Rabu (3/6/2026).

Selain mendorong kerja sama antardaerah, Kota Surakarta juga memperkuat pengembangan ekonomi syariah melalui kawasan Pasar Kliwon serta mengembangkan spiritual tourism dengan optimalisasi kawasan Masjid Zayed.

Dukungan terhadap pengembangan sektor tersebut juga datang dari Kabupaten Wonogiri. Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan daerahnya telah mengembangkan 10 destinasi wisata dan berbagai agenda pariwisata dengan target kunjungan mencapai 438 ribu wisatawan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memperkuat ekonomi syariah melalui pengembangan kampung wisata, pembentukan 30 kampung wisata baru, pelatihan konten kreator, hingga percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM.

“Dalam upaya mendorong ekonomi syariah, kami menetapkan pariwisata ramah muslim, menerbitkan 8.933 produk bersertifikat halal, serta memperluas pembiayaan syariah hingga Rp144 miliar,” kata Setyo.

Kabupaten Boyolali juga menyatakan kesiapan untuk mengambil peran dalam pengembangan kawasan Solo Raya. Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan daerahnya akan memperkuat desa wisata, UMKM, ekonomi kreatif, industri halal, serta destinasi wisata berkelanjutan.

“Boyolali siap menjadi bagian aktif dalam pengembangan kawasan ini melalui sinergi lintas wilayah dan lintas sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Kabupaten Klaten terus mengembangkan sektor pariwisata yang saat ini menjadi salah satu kekuatan daerah. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyebut wilayahnya kini menempati posisi kedua dengan jumlah kunjungan wisatawan terbesar di Jawa Tengah.

Menurut Hamenang, minat wisatawan mancanegara mulai terlihat pada destinasi berbasis potensi desa yang dikembangkan masyarakat. Selain itu, pengembangan kawasan geopark diproyeksikan menjadi daya tarik baru selain wisata candi dan wisata mata air.

“Kekuatan kami ada di desa. Saat ini wisatawan mancanegara mulai datang dan kami terus mengembangkan potensi yang ada,” katanya.

Klaten juga menyiapkan pembangunan sport center guna memperkuat sektor sport tourism dengan dukungan akses strategis melalui jalan tol, bandara, dan jalur kereta api.

Komitmen serupa ditunjukkan Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyebut daerahnya telah menerbitkan 22 Surat Keputusan Desa Wisata serta memiliki lebih dari 400 sanggar seni dan kelompok kesenian yang tersebar di 12 kecamatan.

Adapun Bupati Karanganyar Rober Christanto berencana mengembangkan sport tourism, eco culture tourism, dan wellness tourism melalui kolaborasi dengan pelaku event organizer serta memasukkannya ke dalam kalender event daerah.

Penguatan sektor pariwisata dan ekonomi syariah di Solo Raya sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menjadikan kedua sektor tersebut sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai potensi wisata ramah muslim di wilayahnya masih sangat besar dan perlu dikembangkan lebih luas melalui penguatan identitas destinasi.

“Wisata ramah muslim bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya situs sejarah terkait makam. Ada keraton yang terkait petilasan muslim, ada kasunanan. Tolong nanti di-branding,” kata Luthfi.

Menurut dia, pengembangan wisata ramah muslim harus didukung fasilitas yang lengkap, mulai dari tempat ibadah hingga paket perjalanan yang terintegrasi.

“Wisata ramah muslim itu bukan berarti masakannya saja yang halal. Tempat ibadah harus disiapkan, paket wisatanya juga harus jelas dan mendukung kebutuhan wisatawan,” ujarnya.

Melalui sinergi berbagai daerah di Solo Raya tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat pada 2027.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)