LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia mencatat lompatan besar dalam peta pariwisata halal dunia setelah berhasil menempati peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year pada ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.
Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena Indonesia sebelumnya berada di posisi kelima pada 2025. Dalam waktu satu tahun, Indonesia mampu naik tiga tingkat dan semakin mendekati posisi puncak destinasi wisata ramah Muslim dunia.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menilai kenaikan peringkat tersebut menunjukkan pengakuan dunia terhadap semakin kuatnya ekosistem halal nasional yang dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui dunia sebagai destinasi yang mampu menghadirkan kenyamanan dan kepastian layanan bagi wisatawan Muslim. Salah satu faktor penting dalam penguatan ekosistem tersebut adalah tersedianya produk dan layanan halal yang terpercaya melalui implementasi Jaminan Produk Halal," ujar Haikal Hasan, dalam keterangnanya dikutip Kamis (25/6/2026).
Menurut Haikal, keberadaan makanan dan minuman halal menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya saing destinasi wisata ramah Muslim. Karena itu, BPJPH terus memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku usaha, terutama Usaha Mikro dan Kecil (UMK), melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI).
Program tersebut memberikan fasilitasi sertifikasi halal gratis mulai dari tahap pengajuan hingga penerbitan sertifikat halal melalui skema pernyataan pelaku usaha (self declare) yang didampingi Pendamping Proses Produk Halal (PPH).
Dalam dua tahun terakhir, BPJPH bersama Kementerian Pariwisata juga mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku UMK yang berada di kawasan dan desa wisata. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk, standar layanan, serta daya saing destinasi wisata Indonesia di pasar wisata halal global.
Hingga saat ini, BPJPH telah menerbitkan 31.617 sertifikat halal bagi UMK desa wisata yang tersebar di 1.372 desa wisata pada 37 provinsi di Indonesia. Produk yang telah tersertifikasi meliputi makanan, minuman, pusat oleh-oleh, katering, hingga berbagai usaha pendukung sektor pariwisata.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang secara langsung memberikan penghargaan kepada Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam acara Penyerahan Sertifikat Halal secara Simbolis bagi Pelaku UMK di Desa Wisata Jatimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 31 Mei 2026.
BPJPH juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan yang dinilai berperan dalam pengembangan destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia.
"Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat ekosistem halal Indonesia. Melalui sertifikasi halal, pembinaan UMK, dan kolaborasi lintas sektor, kami optimistis Indonesia dapat menjadi destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia sekaligus pusat ekosistem halal global yang berdaya saing dan berkelanjutan," tutup Haikal Hasan.
(lam)