Demi Kemanusiaan, 7 Perempuan Ini Gabung Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19
Fajar adhitya
Jum'at, 23 Juli 2021 - 04:15 WIB
Lurah Sunter Agung Danang Wijanarka (tengah) berfoto bersama Tim Pemulasaraan Jenazah COVID-19 di Kelurahan setempat. (Foto: Antara).
Sebanyak tujuh perempuan andal ini bergabung dengan tim pemulasaraan jenazah Covid-19 karena alasan kemanusiaan. Mereka terpanggil karena mengetahui tidak sedikit jenazah pasien positif perempuan diurus oleh laki-laki.
Mereka yakni Puji Hartini, Yosepha Liberata Ana, Kandriyani, Yuliana, Purwanti, Dewi Purwati, dan Imelda Sari. Para peremuan ini dari hati ingin mengurus jenazah pasien positif Covid-19 perempuan.
"Yang pasti pertama untuk kemanusiaan. Karena laki-laki diurus oleh tim laki-laki, sedangkan perempuan harus diurus pula oleh perempuan," ujar Puji, Kamis (22/7/2021).
Puji mengatakan sudah menangani dua jenazah pasien Covid-19 selama bertugas di Kelurahan Sunter Agung.
Kalau pulang kerja, dia tidak didampingi oleh suami, karena kami sudah biasa. Dia mengatakan, suaminya juga mengabdi sebagai petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 untuk alasan kemanusiaan.
"Suami saya kan Ketua Karang Taruna Kelurahan, jadi dia juga bergabung dalam tim ini, cuma beda tim. Saya tim tiga, dia tim empat," ujarnya.
Senada, tenaga pemulasaraan jenazah lain bernama Yosepha (40) juga ingin bergabung karena alasan kemanusiaan. Dia melihat, ketika ada jenazah Muslim didoakan oleh orang Islam. Ketika jenazah Kristen pun ingin ia bantu pula mendoakannya.
Mereka yakni Puji Hartini, Yosepha Liberata Ana, Kandriyani, Yuliana, Purwanti, Dewi Purwati, dan Imelda Sari. Para peremuan ini dari hati ingin mengurus jenazah pasien positif Covid-19 perempuan.
"Yang pasti pertama untuk kemanusiaan. Karena laki-laki diurus oleh tim laki-laki, sedangkan perempuan harus diurus pula oleh perempuan," ujar Puji, Kamis (22/7/2021).
Puji mengatakan sudah menangani dua jenazah pasien Covid-19 selama bertugas di Kelurahan Sunter Agung.
Kalau pulang kerja, dia tidak didampingi oleh suami, karena kami sudah biasa. Dia mengatakan, suaminya juga mengabdi sebagai petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 untuk alasan kemanusiaan.
"Suami saya kan Ketua Karang Taruna Kelurahan, jadi dia juga bergabung dalam tim ini, cuma beda tim. Saya tim tiga, dia tim empat," ujarnya.
Senada, tenaga pemulasaraan jenazah lain bernama Yosepha (40) juga ingin bergabung karena alasan kemanusiaan. Dia melihat, ketika ada jenazah Muslim didoakan oleh orang Islam. Ketika jenazah Kristen pun ingin ia bantu pula mendoakannya.