LANGIT7.ID, Banyuwangi - Wisata Kawah Ijen sudah populer dikalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Keindahan Kawah Ijen yang mempesona mampu menyedot perhatian hingga akhirnya Kawah Ijen punya daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.
Membahas soal wisata Kawah Ijen Sahabat Langit7 perlu mengetahui 8 fakta menarik dari Kawah Ijen, Banyuwangi Jawa Timur:
1. Kawah Terbesar di Dunia Keberadaan Kawah Ijen di timur pulau Jawa ini menjadi kawah terbesar dengan tingkat asam paling tinggi di dunia. Dengan luas sekitar 5,466 hektar serta berada di atas ketinggian dinding kaldera sekitar 500 meter, membuat Kawah Ijen menjadi penghasil belerang terbesar di Indonesia dengan hasil penambangan antara 13 sampai 14 ton per hari.
2. Bukan Gunung Terkadang di antara para wisatawan seringkali keliru dengan penyebutan Ijen itu sendiri. Berada di ketinggian sekitar 2.769 mdpl, Ijen bukanlah nama gunung melainkan nama sebuah pegunungan yang berbentuk kawah.
Sahabat Langit7 jika berkunjung ke Banyuwangi tidak akan menemukan plakat atau papan penanda bertuliskan Gunung Ijen melainkan Kawah Ijen, kawasan wisatanya juga bukan TWA (taman wisata alam) Gunung Ijen melainkan TWA Kawah Ijen.
3. Tidak Punya Nama PuncakTak seperti gunung kebanyakan yang memiliki nama puncak masing-masing seperti halnya Gunung Rinjani dengan nama Puncak Anjani, Gunung Semeru dengan nama Puncak Mahameru. Sama halnya Gunung Bromo yang tak memiliki nama puncak. Karena bukan sebuah gunung dan terkenal dengan kawah inilah yang membuat Kawah Ijen tidak memiliki nama puncak.
4. Beracun Asap belerang dari Kawah Ijen sangat beracun saat berkunjung ke Kawah Ijen disarankan untuk menggunakan masker khusus, jika tidak Sahabat Langit7 bisa menggunakan masker kain biasa dan harus dalam kondisi masker yang basah untuk menyerap racun agar tak terhirup.
Baca juga:
Ini 5 Wisata Pegunungan di Indonesia yang Wajib DidatangiBahkan terkadang kadar racun pada asap belerang bisa meningkat, dan semakin tinggi karena kondisi tertentu akibat aktivitas vulkanik, biasanya jika kadar racun semakin tinggi TWA Kawah Ijen akan ditutup sementara waktu hingga keadaan kembali normal.
5. Blue Fire Salah satu fenomena gas belerang terbakar oleh reaksi fisika Blue Fire menjadi daya tarik utama wisata Kawah Ijen, sebagai fenomena keajaiban yang langka Blue Fire bisa terjadi di setiap gunung berapi akan tetapi dengan peluang hanya 1 persen, dan hanya ada dua di dunia di Indonesia serta di Islandia.
Fenomena Blue Fire bisa dilihat setiap hari tanpa henti di waktu tertentu yang muncul dan menyembur dari celah-celah bebatuan dengan suhu sekitar 600 derajat celcius dan bertemu dengan udara sekitar.
6. Kawasan Tambang Belerang Tradisional Aktivitas di sekitar Kawah Ijen berkaitan dengan belerang, membuat masyarakat sekitar menjadi penambang belerang. Kendati pekerjaan ini termasuk ekstrim para penambang begitu bersemangat untuk menjalani aktivitasnya seperti memanggul hasil belerang.
Di setiap harinya setidaknya ada 200 penambang tradisional yang memikul belerang seberat 80 kilogram belum menggunakan mesin yang canggih.
![8 Fakta Menarik Tentang Kawah Ijen]()
Pekerja memanggul Belerang di Kawah Ijen (foto: iStock)
7. Danau asam Terbesar di Dunia Danau luas dengan warna hijau toska menjadi salah satu pemandangan utama yang ada di Kawah Ijen, danau ini memiliki kedalaman sekitar 200 meter dengan luas 5466 hektare.
Meskipun danau ini memiliki pemandangan yang indah perlu diingat bahwa air di dalam danau ini tidak bisa digunakan untuk berenang, dan aktivitas lainnya. Air danau yang ada di Kawah Ijen ini memiliki titik asam mencapai angka 0, itu artinya air ini mampu melarutkan berbagai benda termasuk tubuh manusia.
8. Makna Nama Ijen Ijen memiliki arti sendiri atau sendirian dalam Bahasa Jawa arti ini digunakan pada Kawah Ijen yang ingin memberitahukan bahwa kawah hanya sendiri. Kendati berarti sendiri Kawah Ijen tidaklah sendiri, melainkan terdapat banyak pegunungan dan perbukitan di sekitar Kawah Ijen seperti Gunung Rante, Gunung Rante, Gunung Pendil, Gunung Raung dan lainnya.
(sof)