Langit7, Jakarta - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) digadang bakal menjadi model dalam pengembangan wisata ramah muslim.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pengembangan wisata ramah muslim di NTB itu sebagai membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Tanah Air.
Menurutnya, NTB memiliki potensi untuk mengembangkan wisata halal ramah muslim. Hal itu lantaran sederet penghargaan internasional yang telah didapatkan provinsi berjuluk “Pulau Seribu Masjid” itu.
“Pasca-COVID-19 pengembangan sektor pariwisata akan difokuskan pada quality and sustainable tourism, dengan mengutamakan produk-produk unggulan pariwisata, salah satunya wisata halal atau muslim friendly based," ujarnya di acara Muktamar ke-1 Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Minggu (30/1).
Baca juga: Wisata Umbul Cokro, Gambaran Kecil Sungai di SurgaPada 2019 lalu, di antara 130 destinasi wisata di dunia, Indonesia terpilih sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia dalam ajang
Global Muslim Travel Index (GMTI).
Dalam hal ini, Lombok, NTB mendapatkan
halal travel award dan ditetapkan sebagai
The World Best Halal Tourism Destination dan The World Best Halal Honeymoon Destination.
“Wisata halal fokus untuk
extension of service ketika berwisata dengan mengusung tiga konsep, yaitu
Good to Have, Nice to Have, dan Must to Have," tuturnya.
Dijelaskannya, konsep tersebut dijabarkan ke dalam
5 Major Component dari pariwisata ramah muslim/pariwisata halal. Di antaranya yaitu halal hotels,
halal transport, halal food, halal tour packages, dan halal finance, yang keseluruhannya bisa ditemui di seluruh wilayah NTB.
Baca juga: Ga Cuma Sate, Madura Juga Punya Tempat Wisata CiamikMenparekraf Sandiaga juga menjelaskan, Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan wisata halal dan menjadi destinasi
muslim friendly based terkemuka di dunia.
Di sisi lain,
Data State of The Global Islamic Economy Report 2019 menyebutkan, jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia mencapai USD200,3 miliar atau sebesar 12 persen dari total pengeluaran wisatawan global yang sebesar USD1,66 triliun.
“Indonesia berada di urutan ke-5 dari 'TOP 5 Negara Muslim Traveler'. Dengan pengeluaran terbesar setelah Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait," katanya.
Dibandingkan dengan negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim lain, lanjut dia, Indonesia termasuk konsumen produk halal terbesar.
"Sayangnya, masih banyak produk yang dibelanjakan merupakan produk impor,” tambahnya.
Baca juga: Pesona Keindahan Situ Cipanten Wisata Alam Nuansa Pegunungan(zul)