Langit7, Jakarta - Fosil yang terdapat di Pulau Sirtwo, Saguling, Kabupaten Bandung Barat, nyaris terendam akibat naiknya volume air waduk karena intensitas hujan yang cukup tinggi.
Hal itu membuat tim dari Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB bergegas untuk mengamankan peninggalan jejak sejarah tersebut.
Baca juga: Siapkan Wirausahawan Terbaik, Sekolah Cendekia BAZNAS Gelar Tes di 25 ProvinsiDilansir itb.ac.id, sebelumnya telah ditemukan fosil di pulau yang terletak di tengah Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Penemuan itu berawal dari laporan masyarakat, yang kemudian diteliti oleh tim dari Prodi Teknik Geologi ITB.
“Fosil ini ditemukan oleh penduduk setempat beberapa bulan lalu. Kami menyelamatkan fosil lain yang terletak jauh lebih rendah di strata. Sekarang air sudah naik 5 meter lebih tinggi karena musim hujan,” ujar salah satu anggota tim, Alfend Rudyawan dalam keterangannya, dikutip Minggu (6/2).
Baca juga: UNS Beri Penghargaan ke Sri Mulyani, Ini AlasannyaUsai berdiskusi dengan pihak terkait sejak penemuan fosil tersebut, termasuk dengan IAGI, Museum Geologi dan warga masyarakat sekitar, diputuskan bahwa fosil tulang hewan itu harus segera diselamatkan.
“Sayangnya, kami menemukan bahwa beberapa bagian dari fosil telah diambil oleh orang tak dikenal. Kami kehilangan semua gigi yang tersedia untuk identifikasi," ungkapnya.
Kendati demikian, dia bersama timnya bakal tetap melakukan penggalian untuk menyelamatkan tengkorak secepat mungkin.
"Kami sangat terkejut melihat fosil itu jauh lebih besar dari yang kami perkirakan. Tanduk kiri kerbau masih menempel utuh pada tengkorak. Saat itu kami mendapatkan energi tambahan untuk berpacu dengan cuaca,” jelasnya.
Baca juga: Sarjana UAD Dituntut Tambah KeterampilanKini, fosil tersebut diamankan di tempat sementara, untuk dianalisis dan restorasi. Ia berharap upaya yang dilakukan dapat mengumpulkan tambahan pengetahuan dan informasi yang bermanfaat, tentang kawasan dan katalog fosil untuk generasi sekarang dan akan datang.
(zul)