LANGIT7.ID, Gianyar - PSIS Semarang bersyukur bisa mendapatkan satu poin setelah berhasil menahan imbang Persib Bandung dalam pertandingan di pekan ke-25 di Stadion kapten I Wayan Dipta, Ginyar, Bali, Selasa (15/2) pukul 20.15 WIB.
Dalam pertandingan kali ini, PSIS bisa memainkan beberapa pemain yang sebelumnnya menepi akibat terpapar covid-19, seperti Jonathan Cantillana dan Hari Nur Yulianto.
Meski baru bisa bergabung dengan tim, pemain para penyintas covid bisa bermain
all out. “Ada 6 pemain pulih dari covid, tetapi seluruh pemain memberikam 100% kemampuannya. Selamat,” kata Dragan seusai prtandingan.
Menurut Dragan, salah satu pemain kunci PSIS di laga melawan Persib adalah Alfreanda Dewangga. Pemain tersbeut beberapa kali menggagalkan serangan cepat Persib Bandung dari sisi kiri pertahanan PSIS. Bahkan, Febri Hariyadi dan Bruno Cantenhede cukup sulit melewatinya.
Baca juga: Jelang Hadapi Persib, PSIS Masih Dilanda Krisis Pemain“Dewangga beberapa kali melakukan clearence. Dewangga bermain sangat bagus. Tapi di 10 menit pertama sedikit bingung karena dipasang di bek kiri,” ucapnya.
“Di babak kedua, dimainkan di center back bisa bermain lebh bagus. Serangan dari persib berhasil di clearence oeh Dewangga,” bebernya.
Di sisi lain, Dragan juga menyoroti sejumlah persialan di internal tim, salah satunya tidak memiliki penyerang yang haus gol di pertandingan putaran kedua ini.
“Banyak sekali masalah di putaran kdua ini. Masalahnya tidak memilii striker yang cukup jeli memanfaatka peluang. PSIS tadi banyak peluang, kami selalu kesulitan dalam mencetak gol. Yang hari ini selesai, mari kita tatap ke depan,” ujarnya.
Baca juga: Dihantam Covid-19 dan Akumulasi Kartu, Pelatih PSIS Sulit Tentukan Komposisi TimSementara itu, kepemimpinan wasit Fariq Hitaba juga mendapat sorotan dari pelatih PSIS. Menurut Dragan, bila wasit memimpin bagus, PSIS bisa menang. Teja pakualam jadi pemain terakhir, dan seharusnya Teja Pakualam tidak mendapat kartu merah. Jonathan Cantillana di babak kedua, juga harusnya mendapat penalti. “Ini mungkin hanya di sini (Indonesia),” katanya.
Persib Bandung dipaksa bermain imbang oleh PSIS Semarang dalam lanjutan Liga 1 2021/2022 di Stadion Kapten, I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/2) pukul 20.15 WIB dengan skor kacamata.
Persib Bandung lebih menekan di awal-awal pertandingan. PSIS memilih bermain lebih bertahan. Sesekali melakukan counter attack dan juga serangan yang dibangun dari lini pertama. Pada menit ke-12, shooting Komarodin dari luar kotak penalti hanya pelan saja dan bisa ditangkap Teja Pakualam.
Tekanan dari Persib juga menghasilkan beberapa peluang. Di antaranya didapat Bruno Cantenhade, tapi masih mengenai bagian atas mistar. Pada menit ke-14, Ezra Walliian melakukan shooting ke gawang PSIS, tapi hanya pelan dan bisa diantisipasi Jandia Eka Putra
Meski mendapat tekanan, PSIS tidak bermain aman. Jonathan Cantillana yang sudah kembali bersama tim, juga membuat pertahanan Persib cukup kerepotan melakukan pegawalan. PSIS berani keluar melakukan skema serangan
counter attack.(sof)