LANGIT7.ID, Jakarta - Ceramah Ustaz Khalid Basalamah soal wayang mendapat respons dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Ia menilai pernyataan Ustaz Khalid tentang wayang beberapa tahun silam itu menunjukkan pemahaman yang dangkal.
"Pernyataan Ustaz Khalid Basalamah tentang wayang menunjukkan pemahaman yang dangkal tentang wayang," cuit Abdul Mu'ti di akun Twitternya dikutip Kamis (17/2/2022).
Mu'ti menjelaskan, wayang memainkan peran besar dalam penyebaran Islam di Nusantara. Dalam sejarah dakwah Islam, wayang merupakan media dakwah yang efektif dan membumi serta diterima semua kalangan.
Baca Juga: Ustadz Khalid Basalamah Klarifikasi dan Minta Maaf soal Wayang HaramMu'ti menjelaskan, wayang di Indonesia merupakan wujud kreativitas seni dan inkulturasi nilai-nilai Islam yang turut membentuk budaya luhur bangsa. Keberadaan wayang saat ini justru harus kembali dipopulerkan sebagai upaya pelestarian budaya.
"Sekarang ini, kesenian yang berbasis dan mengakar di masyarakat justeru perlu dipopulerkan sebagai bagian dari pelestarian budaya luhur bangsa," kata Mu'ti.
Ustaz Khalid Basalamah mengklarifikasi dan meminta maaf soal pernyataan terkait video viral 'wayang haram'. Ia tak bermaksud menyinggung banyak pihak. Klarifikasi itu disampaikan melalui kanal Youtube-nya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Akan Arsiteki Pembangunan Masjid Raya DepokKhalid mengatakan, kajian 'wayang haram' itu disampaikan di salah satu masjid di Blok M beberapa tahun lalu. Dia menyebut, kajian tersebut berada dalam lingkup pengajian dan jawaban seorang da'i muslim kepada penanya muslim.
Saat menjawab pertanyaan dari salah satu jamaah pengajian mengenai hukum wayang, dia menyebut saat itu tidak menyatakan haram. Kala itu, dia mengajak jamaah agar tidak menjadikan Islam sebagai tradisi.
"Saat ditanyakan masalah wayang, saya mengatakan alangkah baiknya dan kami sarankan, kami sarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi, jangan menjadikan tradisi sebagai Islam. Tidak ada kata-kata saya di situ yang mengharamkan," kata Khalid.
Baca Juga: Eduwisata Sedadap, Belajar Seputar Kopi Sambil Nikmati Wisata Alam(zhd)