LANGIT7.ID, Semarang -
Madu produksi rumahan yang dirinitas Aklis Nurdiansyah kini diminati pasar mancanegara. Apalagi pandemi Covid-19 ketika itu, perimintaan madu melonjak tajam.
Aklis, pemilik usaha Wijaya Madu Borobudur mengatakan, usahanya ini dirintisnya sejak 2019 lalu, bertepatan dengan melonjaknya permintaan madu ketika masa pandemi.
"Sejak itu, produk madu kami semakin dikenal di berbagai daerah di luar Jawa. Seperti Sumatera, Kalimantan, Papua dan Batam. Bahkan ada salah seorang pengusaha di Magelang yang membawa madu kami untuk dijual di Swiss dan Belanda," ujar Aklis seperti dilansir
jatengprov.go.id, dikutip Ahad (13/3/2022).
Baca Juga: Coffee Angkasa Yogya, Tawarkan Kopi dengan Pemandangan Senja yang EksotisMeluasnya pasar madu itu, kata dia, didapatkan berkat bantuan promosi usai inisiatifnya mengikuti Lapak Ganjar. Seperti diketahui, Lapak Ganjar sendiri merupakan ruang promosi online yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk UMKM.
Lapak Ganjar hadir secara tematik setiap sepekan sekali. Di mana pelaku UMKM yang terpilih akan ditampilkan langsung di instastory Ganjar Pranowo.
'Pernah kita stop karena stok terbatas dan permintaan banyak. Akhirnya kita harus bagi untuk daerah-daerah pembeli," ujarnya.
Saat ini, Aklis terus berupaya mengembangkan usaha madunya, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal itu dilakukan demi memenuhi banyaknya permintaan pasar.
"Usaha ini melibatkan dua orang teman saya, yakni pemburu lebah dan petani lebah. Untuk mendapatkan madu yang berkualitas, lebah ini kita taruh di atas Bukit Menoreh yang masih bisa menyerap sari-sari bunga alami," katanya.
Menurutnya, Lapak Ganjar berperan penting dalam membantu promosi produk UMKM. Bukan hanya di Jawa Tengah, melainkan seluruh UMKM di Indonesia. "Di tengah kesibukannya, Pak Ganjar masih peduli kepada UMKM kecil," ujarnya.
(bal)