LANGIT7.ID, Jakarta - Kelembagaan desa menjadi kategori penilaian baru dalam ajang Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2022.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kategori ini bertujuan untuk menunjukan kolaborasi antara masyarakat dalam upaya mengembangkan potensi desa di wilayah masing-masing.
"Program unggulan ADWI 2022 Kemenparekraf berupaya mengembangkan potensi desa di wilayah masing-masing, sehingga diharapkan mampu memberikan nilai tambah dan menciptakan peluang usaha serta lapangan kerja," Ujar Sandiaga dalam keterangan pers dikutip Jum'at (18/3/2022).
Baca juga: Kemenparekraf Dorong Event Wisata Olahraga untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata Menurut Sandiaga, kelembagaan desa menjadi poin penting dalam penilaian ADWI 2022 pasalnya masyarakat desa yang sadar wisata, kreatif, inovatif, dan kolaborasi akan menjadi ujung tombak dari pengembangan desa wisata tersebut.
"Kelembagaan desa juga sesuai dengan konsep community based tourism (pariwisata berbasis masyarakat). Dimana konsep ini mengedepankan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata desa secara berkelanjutan," ujarnya.
Sandiaga optimis dengan memperkuat kolaborasi melalui kelembagaan desa, di tahun ini akan menjadi tahun kebangkitan ekonomi Indonesia.
Dia berharap agar seluruh desa wisata yang ada di Indonesia mendaftarkan desanya.
"Mohon didaftarkan desa wisatanya, agar target kita tercapai 100 persen, melalui laman website jadesta.kemenparekraf.go.id," kata Sandiaga.
Baca juga: Pasar Tradisional Papringan jadi Destinasi Wisata Penggerak EkonomiData di tahun 2021, dari total 7.275 desa wisata Indonesia, yang mendaftar baru sekitar 25 persen dari jumlah tersebut.
Hingga tahun ini, Sandiaga menargetkan 3.000 desa yang masuk ke dalam jaringan desa wisata.
Salah seorang anggota Dewan Juri ADWI 2022, Panca R. Sarungu, menambahkan kelembagaan desa sebagai kriteria terbaru dalam ajang ADWI 2022 ini akan menunjukkan seberapa besar dan seberapa kuat kolaborasi yang terjadi di tiap desa wisata.
"Karena menurut saya sejatinya dengan kolaborasi dapat mewujudkan impian, harapan, serta cita-cita di tiap desa wisata menjadi destinasi yang unggul dan berkelas dunia," katanya
Selain kelembagaan desa, ada enam kategori penilaian lainnya, yakni daya tarik wisata, homestay, konten digital dan kreatif, suvenir, toilet, dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).
(sof)