LANGIT7.ID, Jakarta -
Pengusaha harus mengenali 3 fase perkembangan bisnisnya. Hal ini bertujuan untuk untuk menentukan strategi bisnis yang cocok agar usaha semakin tumbuh.
CEO dan Co-founder Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho mengatakan, fase perkembangan dilakukan mulai dari lahirnya sebuah bisnis sampai kemungkinan yang terjadi ke depan, baik sukses atau bangkrut.
Setidaknya ada tiga fase
perkembangan bisnis yang harus dilewati. Berikut ulasannya:
Baca Juga: 3 Peluang Bisnis yang Cocok bagi Si Introvert dan Pemalu1. Fase PertamaDi fase pertama memulai bisnis, seseorang harus bisa menentukan product market fit. Ini merupakan keputusan untuk menjadikan produk yang dijual klop dengan kebutuhan yang dicari pasar.
"Hingga akhirnya, orang berbondong-bondong membeli produk Anda atau memakai layanan Anda. Sebab, produk tersebut dianggap dapat menyelesaikan masalah mereka," ujar Indrawan dikanal YouTubenya.
Menurutnya, titik ini akan menentukan perkembangan bisnis untuk bertumbuh. Apalagi, di fase pertama merupakan hal paling sulit untuk menentukan sebuah product market fit.
"Usaha ini termasuk mencoba berbagai cara, pendekatan, dan teknik. Ketika usaha menghasilkan respon yang baik, maka semakin besar peluang mendapatkan product market fit," jelasnya.
2. Fase KeduaFase ini merupakan lanjutan setelah mendapatkan product market fit. Di sini merupakan waktu untuk menjaring sebanyak-banyaknya pelanggan.
"Caranya tancap gas, karena Anda sedang dapat momentum. Jangan berpuas diri dengan produk dan layanan yang sudah Anda miliki, tapi naikkan kualitas, fitur, dan lainnya.
Intinya, lanjut dia, nilai sebuah produk atau layanan jasa ini perlu untuk terus ditingkatkan. Dengan catatan, meningkatkan nilai ini harus dilakukan secara cepat.
"Sebab, dikhawatirkan peluang itu justru dimanfaatkan kompetitor. Maka, fase ke-2 ini bangun momentum optimal dengan menambah nilai dan melakukannya secara cepat, harapannya juga meningkatkan jumlah customer," jelasnya.
3. Fase KetigaFase ini dianggap penentu keberhasilan sebuah bisnis. Pasalnya di tahap ini, pebisnis akan mulai masuk ke zona nyaman.
Ada keniscayaan sebuah bisnis untuk bangkrut di fase ini. Apalagi, pebisnis mulai merasa telah mendapatkan perkembangan bisnis yang dia harapkan.
"Ini masa atau fase di mana bisnis akan semakin tua, kompetitor semakin banyak dan semakin berkurang. Anda bisa mulai membangun bisnis, produk atau layanan baru," katanya.
Caranya, bisa dimulai dengan fase pertama kembali, yaitu menentukan product market fit yang baru.
"Begitu terus selanjutnya. Itulah cara menentukan bisnis Anda dari lahir sampai bertumbuh, dan berujung pada masa akhirnya."
(bal)