LANGIT7.ID, Jakarta - Perjuangan PSSI untuk mempercepat proses
naturalisasi Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama agar bisa dimainkan di kualifikasi Piala Asia 2022 di Kuwait gagal terwujud. Sampai dengan pendaftaran pemain ditutup, ketiganya belum mengantongi paspor Indonesia.
Untuk mengubah kewarganegaraan menjadi WNI, setidaknya harus mencabut paspor di negara asal. Kemudian baru bisa diproses dalam pembuatan paspor baru di Indonesia. Sayangnya, Sandy dan Jordi hanya bisa mengikuti pemusatan latihan saja dan tidak bisa berjuang bersama di Kuwait.
Salah satu Exco PSSI Hasani Abdul Gani menjelaskan, perpindahan federasi sepak bola harus melalui persetujuan dari FIFA. Paspor dengan status WNI ini menjadi syarat penting untuk bisa mendapatkan pengesahan dari FIFA. Karena belum mendapatkan paspor sebagai WNI, sehingga tidak bisa didaftarkan sebagai pemain timnas.
Baca juga: 3 Calon Pemain Naturalisasi Batal Perkuat Timnas“Pendaftaran kan udah (ditutup) sebenarnya. Kemarin kita kejar itu untuk kualifikasi, tapi usaha dan doa kita belum terkabul,” ucap Hasani Abdul Gani, yang khusus ditunjuk Ketum PSSI mengurus naturalisasi pemain, dikutip dari bolasport, Selasa (31/5/2022).
Kenyataan pahit yang harus diterima oleh PSSI itu membuat para netizen di Indonesia sangat kecewa. Mereka sebenarnya berharap bahwa timnas bisa memainkan pemain naturalisasi. Apalagi, Sandy Walsh dan Jordi Amat sudah mengikuti pemusatan latihan di Jakarta dan Bandung.
“Welcome doang sah kagak,” tulis pemilik akun Instagram @amdfrd_ di komentar postingan Shayne Pattynama di media sosial PSSI.
Akun @budayteruss juga berkomentar nyinyir. “Percuma pada dateng doang tapi gak bisa maen di kualifikasi Piala Asia hehehe,” tulisnya.
Baca juga: Dihadiri Penonton, Tiket Laga Timnas Indonesia vs Bangladesh Sudah DijualPemilik aku lainnya @farhanmario26 menulis kata singkat. “Percuma,”.
Di akun PSSI, sejumlah netizen juga menumpahkan kekecewaan mereka. "Rombak PSSI!!" tulis netizen dengan akun @zid9594.
Meski demikian, tak sedikit yang berharap agar proses naturalisasi ini bisa dipercepat. PSSI diminta menaturalisasi pemain keturunan Indonesia tahap demi tahap. “Selesaikan dulu Jordi sama Sandy takut dokumen numpuk trus mainnya baru bisa ditahun 2035,” tulis @sischans_.
(sof)